oleh

Jalur Tol Cisumdawu Berpotensi Longsor

JATINANGOR –  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, menyatakan jalur Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dibangun di kawasan yang rawan bencana longsor.

Seperti yang berada di kawasan Pasirbiru Kecamatan Rancakalong, Ciherang dan Girimukti di Kecamatan Sumedang Selatan. “Tol Cisumdawu itu ada yang dibangun di beberapa titik rawan bencana longsor,” kata Kepala BPBD Kabupaten Sumedang Ayi Rusmana melalui telepon seluler, Rabu, (11/11).

Ayi menambahkan, daerah tersebut, memiliki kondisi tanah yang labil sehingga berpotensi terjadinya longsor dan pergerakan tanah. “Di jalur Cisumdawu itu terdapat tanah tebing, dan juga tanahnya labil,” ujarnya.

Meskipun berada di kawasan rawan longsor, kata Ayi, pihak Satuan Kerja Tol Cisumdawu tetap merencanakan pembangunan jalannya di daerah tersebut.

“Rencana pembangunan proyek nasional itu, tidak melibatkan BPBD Sumedang sebagai pemerintah daerah yang mengetahui kondisi dan ancaman bencana alam di daerah,” ujarnya.

Sementara itu, pembangunan Tol Cisumdawu sedang dalam tahap pembangunan dan pembebasan lahan. “Maunya kita dilibatkan, tapi sampai saat ini tidak, mungkin karena BPBD Sumedang ini baru dibentuk,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jabar telah melakukan pembebasan lahan seksi dua jalan tol tersebut sekitar 83 persen dari panjang tol sekitar 60 km. Total anggaran untuk seksi dua Tol Cisumdawu yang meliputi wilayah Rancakalong-Sumedang diperkirakan sebesar Rp4,57 triliun. (cr9)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed