Jamaah Kloter Pertama Tiba Senin

Jamaah Kloter Pertama Tiba Senin

Peliput/Editor: asep herdiana/iman nurman

KOTA- Kementerian Agama Kabupaten Sumedang kini telah menyiapkan tiga titik penjemputan jemaah haji asal Sumedang untuk kloter 53 yang akan tiba di Bandara Halim Perdana Kusumah, Senin (19/10) sekira pukul 21.50.

Kepala Kemenag Sumedang H Cece Hidayat melalui Kasie Urusan Haji dan Umroh H Eddy Mulyadi mengatakan tiga titik penjemputan yaitu di depan Kampus IPDN, halaman Masjid Agung Tanjungsari dan Gedung Negara Sumedang.

“Intinya kami mengharapkan kepada keluarga jemaah untuk tidak menjemput jemaah di Bekasi, karena demi keamanan, keselamatan dan kenyamanan jemaah itu sendiri,” kata Eddy Mulyadi.

Untuk proses pemulangan 433 jemaah haji gelombang I asal Sumedang, katanya, pihaknya telah menyediakan 13 bus, yaitu 2 bus untuk jemaah yang akan turun di depan kampus IPDN, 3 bus bagi jemaah yang akan turun di Tanjungsari dan 8 bus bagi jemaah yang akan turun di Gedung Negara.

Mulai dari Bekasi kata Eddy para jemaah ini telah diplot sesuai dengan alamat di titik penjemputan akan dilakukan. Sehingga dipastikan rombongan yang satu tak akan mengganggu rombongan yang lain.

“Untuk proses penjemputan plus makan di perjalanan semua biaya telah ditanggung oleh APBD Sumedang,” kata Eddy.

Untuk kloter 53 ini jumlah jemaah 433 orang atau berkurang seorang karena satu jemaah meninggal dunia akibat sakit. Kloter ini meliputi KBIH An-Nuur 128 orang, Bina Insan 133 , Multazam 163 dan mandiri 9 0rang. Kloter 53 ini berangkat dari Asrama Haji Bekasi Senin (19/10) pukul 22.30 dan diperkirakan sampai di Sumedang Selasa (20/10) pukul 02.00.

Untuk kloter 64 akan tiba di tanah air Jum’at (23/10) sekira pukul 23.30 di Bandara Halim Perdana Kusumah dan berangkat dari asrama haji Sabtu (24/10) pukul 01.30 dan tiba di Sumedang diperkirakan pukul 05.00.

Untuk kloter 64 ini jumlah jemaah 206 orang meliputi KBIH Asy Syifa 89 orang, KBIH Intania 99 orang dan mandiri 18 orang. (her)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.