oleh

Jangan Terlalu Banyak Partai

SumedangEkspres.com – Ambang batas parlemen (parliamentary threshold) diwacanakan naik pada Pemilu 2024 mendatang. Partai Golkar mengusulkan 7 persen. Sementara PDIP 5 persen. Partai penguasa ini mengklaim, mayoritas fraksi di DPR sudah setuju kenaikan menjadi minimal 5 persen. Tujuannya agar demokrasi yang lebih berkualitas.

“Usulan kenaikan ambang ini sebagai upaya menata demokrasi yang lebih baik. Kalau ditanya apa alasan PDIP mengusulkan itu, jawabannya agar jangan terlalu banyak partai. Dengan 5 persen diharapkan masyarakat tidak buang-buang suara,” kata politisi PDIP Darmadi Durianto dilansir FIN.CO.ID (Group Sumeks), Senin (20/1).

Anggota Komisi VI DPR ini menambahkan, gagasan kenaikan ambang batas parlemen dimaksudkan agar masyarakat kian cerdas dalam menentukan pilihan. Dia menyebut, besaran angka ambang batas parlemen yang digagas PDIP cukup masuk akal.

Sekadar diketahui, UU pemilu yang akan direvisi saat ini statusnya sudah masuk dalam prolegnas prioritas tahun 2020. Dia mengklaim, mayoritas fraksi di DPR setuju ambang batas parlemen naik minimal 5 persen. “Hampir sama semangat teman-teman fraksi lainnya. Pada prinsipnya setuju kenaikan 5 persen,” terang anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR ini.

Dengan adanya ambang batas parlemen tersebut, dipastikan tidak ada partai baru yang muncul. Selain itu, kata dia, usulan tersebut dimaksudkan agar partisipasi rakyat dalam bentuk pemberian suara kepada partai dalam pemilu nantinya tidak terbuang percuma dan lebih efektif.

Baca selengkapnya…!!

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed