Jatinangor Butuh Pengawasan Khusus

Peliput/Editor: DOK SOBAR/SUMEKS

Jatinangor Butuh Pengawasan Khusus

Ketua KPUD Sumedang Hersa Santosa, dalam sebuah acara baru-baru ini.

Rawan Tindak Penyelewengan

KOTA – Jelang Pilkada Sumedang 2018 mendatang, kemungkinan berbagai kendala muncul saat pesta demokrasi itu. Di Sumedang sendiri ada beberapa wilayah yang perlu perhatian lebih. Salah satunya adalah Kecamatan Jatinangor yang kemungkinan besar bisa menjadi titik rawan saat penyelenggaraan Pilkada serentak 2018 di wilayah Sumedang.

Ketua Panwaslu, Dadang Priatna mengatakan, dengan jumlah penduduk yang besar dibandingkan kecamatan lainnya, Jatinangor memang butuh perngawasan ekstra.

Selain itu, sebagian besar penduduk di wilayah ini adalah pendatang. Mahasiswa yang sekolah di beberapa perguruan tinggi seperti UNPAD dan IPDN juga cukup banyak, dan biasanya mereka ini minta ijin pindah saat hari H pencoblosan sehingga cukup menyulitkan petugas,” katanya kepada Sumeks, baru-baru ini.

Dadang mengatakan, untuk mengantisipasi kerawanan pemilih ganda ini, pihaknya telah mempersiapkan Penitipan Pengawas Kecamatan untuk segera mengurus kartu perpindahan pemilih.

“Kita optimalkan, petugas pemutakhiran data pemilih oleh RT dan RW. Antusias mereka (mahasiswa) cukup besar, oleh sebab itu kita himbau juga bagi mereka agar membawa kartu C6 sehingga mempermudah petugas kami melayani para calon pemilih dari luar wilayah ini,” ujarnya.

Sementara itu, ketua KPU Sumedang, Hersa Santosa menyampaikan, untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dan mendukung proses Pilkada serentak 2018, pihaknya telah melantik 78 orang pantia pengawas pemilu kecamatan (Panwascam) dari 26 Kecamatan di wilayah Sumedang.

Mereka ini, kita ambil berdasarkan pengalaman mereka yang sempat ikut menjadi panitia pada pemilihan umum sebelumnya,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Hersa, kewaspadaan juga akan ditingkatkan jelang tahapan-tahapan awal proses Pilkada Bupati Sumedang yang ada di Bulan November, yaitu pendaftaran calon perseorangan.

Kita butuh pengawasan ekstra karena untuk calon perseorangan, persyaratannya harus didukung kurang lebih oleh sekitar 63 ribu KTP pendukung. Oleh sebab itu kita terus berkoordinasi dengan Panwaslu,” sebutnya.

Saat ditanya terkait pemilih pemula, Hersa menyatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi di 31 Sekolah yang berada di wilayah Sumedang, namun masalah yang paling utama yaitu mengenai data pemilih yang harus mendaftar dengan menggunakan elektronik KTP. Oleh karena itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) guna memberikan keterangan kepada para pemilih pemula yang belum memiliki e – KTP ini.

Untuk data keseluruhan pemilih pemula belum kita terima namun ada dua kategorinya yaitu pertama mereka yang sudah pensiun dari Polri dan TNI yang kedua orang yang muda (berumur 17 tahun),” tandasnya. (bay)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js