Jelang Idul Adha Tingkat Pencurian Hewan Kurban Meningkat

Jelang Idul Adha Tingkat Pencurian Hewan Kurban Meningkat

RONDA: Disela-sela giliran berkeliling untuk ronda malam, warga mengisinya dengan main catur. (ISTIMEWA)

Peliput/Editor: Iman Nurman

Menjelang perayaan Idul Adha, omzet penjualan hewan kurban menjadi tinggi. Itu karena hewan kurban menjadi barang komoditi masyarakat. Tak pelak, tingkat pencurian hewan kurban pun meningkat. Untuk itu warga Perumahan Alamanda Tanjungsari perketat ronda malam.

GUNA mengantisipasi maraknya pencurian hewan kurban, warga Perumahan Alamanda Desa Raharja Kecamatan Tanjungsari memperketat ronda malam. Itu untuk megantisipasi karena menjelang idul adha tingkat pencurian hewan meningkat.

Hal itu dikatakan Komandan Regu (Danru) Tian Kosasih kepada Sumeks, Selasa (29/8). Menurut Tian, meski belum ada laporan warga kehilangan hewan ternak, namun berkaca dari tahun lalu banyak terjadi. Bahkan tiga ekor sapi dan 11 ekor domba diembat maling dalam kurun waktu 3 minggu menjelang Idul Adha.

“Sekarang sudah memasuki hari hari rawan. Karena targetanya hewan ternak menjelang idul adha. Makanya kami perketat penjagaan ronda malam. Selain di komplek kami juga ke kampung di sekitaran Alamanda,” kata ayah beranak dua ini.

Menurut Tian, ketika memasuki minggu-minggu Idul Adha banyak kejadian aneh. Seperti suara-suara mencurigakan, keluyuran orang tak dikenal dan suara motor/mobil pada malam hari. “Biasanya pencuri menggunakan kendaraan untuk mengangkut hewan curiannya. Makanya jika ada kendaraan keluar malam kami suka perhatikan dan ditanya,” katanya.

Tak hanya itu, mengantisipasi pencurian hewan yang dipotong di kandang, pihaknya berkoordinasi dengan RT RW di sekitaran Alamanda. “Dengan adanya ronda alhamdulilah aksi-aksi pencurian dapat diminimalisir. Meski warga kami tidak ada yang memiliki hewan ternak namun kami turut menjaga keamanan,” bebernya.

Bahkan, katanya, belum lama ini telah ditemukan tangga yang diduga bekas digunakan. Tangga itu disimpan di tanah di pinggir rumah kosong. “Ada tangga yang disimpan tidak pada tempatnya. Kami curiga kemudian mengamankan tangga itu ke tempat aman,” katanya.

Meski resiko keselamatan yang bertugas jaga ronda dipertaruhkan, namun warga Alamanda rela piket malam demi menjaga keamanan dan ketertiban. “Kami warga pendatang mudah-mudahan kedatangan kami ke sini membawa dampak yang positif kepada warga sekitar. Makanya kami turut membantu dalam hal keamanan dan ketertiban umum,” tandasnya. (**)

Komentar

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Hosting Unlimited Indonesia