Jembatan Cilayung Nyaris Ambrol

Jembatan Cilayung Nyaris Ambrol

PERLU PERBAIKAN: Jembatan Ciyalung Kecamatan Jatinangor ini kondisinya terlihat memprihatinkan dan nyaris ambrol. (IMAN NURMAN/JABAR EKSPRES)

Peliput/Editor: Iman Nurman/Usep Adhiwihanda

**Ganti-ganti Camat Belum Ada Perbaikan

SUMEDANG – Jembatan penghubung antar kecamatan di Dusun Nengkor Desa Cilayung Kecamatan Jatinangor nyaris ambrol. Jembatan sepanjang 25 meter dengan lebar empat meter dan tinggi tebing 15 meter itu kondisinya memprihatinkan.

Dibenarkan Kades Cilayung Uyun, jembatan itu diperuntukkan bagi tiga kecamatan yakni Jatinangor, Sukasari dan Tanjungsari.

“Jembatan itu sebagai akses warga Desa Cilayung, Cileles Kecamatan Jatinangor, Desa Kutamandiri, Lebakmaja, Kecamatan Tanjungsari dan Desa Sukarapih Kecamatan Sukasari,” katanya, kemarin (3/9).
Menurut Uyun, sejak zaman Camat Asep Aan Dahlan jembatan itu diajukan. Namun sudah berganti-ganti camat belum juga ada perbaikan. Bahkan sudah beberapa kali dicek oleh Dinas PU namun belum juga ada realisasi.

“Waktu zaman pa Camat Wasman pernah diajukan sekalian dengan dana PIK. Namun kantor kecamatan sudah direhab jembatan belum juga diperbaiki,” ungkapnya.

Lebih lanjut kata Uyun, anggaran dari Dinas PU juga akan cair dengan anggaran Rp 130 juta. Namun tidak akan cukup untuk memperbaiki jembatan bekas perlintasan Kereta Api ini.

“Anggaran sebesar itu tidak akan cukup. Karena kalau untuk perbaikan jalan itu harus rambat beton dan dindingnya di Bangun TPT. Perkiraan kisaran anggaran sebesar Rp 300 jutaan. Karena tinggi tebing hampir 15 meter,” ujarnya.

Kalau anggaran sebesar itu, kata Uyun, pihak desa juga sanggup untuk mengelola. “Sementara anggaran yang tersedia 130 juta, itu juga ditarik kembali dan katanya dialihkan ke daerah lain. Lalu bagaimana nasib jembatan itu,” katanya.

Ketua RW setempat Dedeng mengatakan memang benar jembatan itu memprihatinkan. Bahkan memang sudah ada survey dari UPTD PU Tanjungsari dan anggarannya sebesar Rp 200 juta kurang.

“Anggaran sebesar itu hanya bisa membangun lebar jembatan 1,5 meter, panjang 25 meter dengan sistem kuntruksi WF. Tapi saya kira sayang pembangunannya tidak akan maksimal,” katanya.

Sementara, lanjut Dedeng jika ingin lebar jembatab 3 meter maka anggaran yang dibutuhkan minimal Rp 600 juta maksimal Rp 800 juta.

“Sehingga pada intinya sudah saja diajukan pada anggaran perubahan tahun ini,” tandasnya. (imn)

Komentar

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Hosting Unlimited Indonesia