oleh

Jembatan Gantung Rawayan Rusak Parah

SUMEDANGEKSPRES.COM – Jembatan Gantung Rawayan di Dusun Pasir Ipis, penghubung Desa Karangbungur Kecamatan Buahdua dengan Desa Ranggasari Kecamatan Surian, rusak parah.

Pantauan Sumeks, jembatan itu tidak bisa dilalui warga dari kedua desa, karena badan jembatan yang terbuat dari anyaman bambu sudah tidak ada. Bahkan pondasi jembatan di kedua bibir sungai, sudah mulai terkikis arus Sungai Cikandung.

“Kini jembatan hanya menyisakan rangka dan kawat yang terbentang dari ujung ke ujung jembatan,” ujar Pj Kepala Desa Karangbungur, Nana Sukarya saat berbincang dengan Sumedang Ekspres, belum lama ini.

Nana menuturkan, akhir Tahun 2019, jembatan masih bisa dilalui warga meski harus berhati-hati. Warga masih bisa memilih badan jembatan yang terdapat bambunya.  “Namun kini, setelah musim hujan lalu saat hujan sedang deras-derasnya, badan jembatan yang terbuat dari bambu hanyut terbawa arus Sungai Cikandung. Air bisa meluap sampai badan jembatan karena Sungai Cikandung mengalami pendangkalan. Air sampai ke atas badan jembatan,” paparnya.

Sebenarnya, kata Nana, pihak pemerintah dan warga Desa Karangbungur, sempat memperbaiki kembali Jembatan Rawayan dengan anyaman bambu. Namun perbaikan yang dilakukan warga, hanya bersifat sementara. Sehingga, jembatan kembali mengalami kerusakan akibat tergerus air Sungai Cikandung.

“Keadaan Jembatan Rawayan telah dipantau oleh pihak DPMD Kabupaten Sumedang sebelum mengalami kerusakan. Pemeliharaan jembatan pun sudah direncanakan, namun saat ini jembatan telah mengalami kerusakan parah,” jelasnya.

Disebutkan, Pembangunan Jembatan Rawayan itu, dilakukan tim Vertikal Rescue Indonesia dalam programnya yakni 1.000 Jembatan di Indonesia pada Tahun 2017. Jembatan tersebut mempunyai panjang dari bibir sungai ke bibir sungai lainnya, kurang lebih 60 meter. Rawayan ini merupakan rawayan ke-20 yang dibangun di Jawa Barat Tahun 2017.

Keberadaan Jembatan Rawayan menjadi sangat penting sebagai akses penghubung kegiatan masyarakat dua desa yang terpisahkan oleh sungai Cikandung. “Aktivitas masyarakat terbantu meskipun demi keselamatan, penyeberangan dibatasi untuk tiga orang saja,” tutur seorang warga setempat.

Menurutnya, Jembatan Rawayan menjadi penghubung untuk mempermudah akses antar desa dan antar kecamatan. Sebelum ada Jembatan Rawayan, bila ingin pergi ke ‘desa sebelah’, Ranggasari Kecamatan Surian harus melalui jalan yang jauh. Setelah dibangun Jembatan Rawayan akses lebih cepat. “Selain jadi penghubung akses manusia dan barang, tentunya jembatan ini mampu menjadi jembatan ekonomi antar desa,” pungkasnya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.