Jembatan Gantung Roboh

**Pelajar Jalan Kaki Sejauh 4 Kilometer

JATIGEDE – Jembatan gantung yang membentang di Sungai Cisaarlanang, Dusun Cihanyir, Desa Cipicung,Kecamatan Jatigede ambruk, Senin (8/4) malam sekira pukul 23.00. Dugaan ambruknya jembatan lantaran derasnya air sungai setelah hujan lebat yang turun di wilayah setempat.

Camat Jatigede, Sahna melalui keterangan tertulis menyebutkan, hujan lebat mulai Minggu (7/4) mengakibatkan arus Sungai Cisaarlanang mengalir deras sehingga menghancurkan tanggul bronjong pengalih arus air yang berfungsi untuk melindungi pondasi tiang jembatan. Arus sungai yang tak terbendung itu berakibat miringnya tihang penyangga utama jembatan.

”Kemudian pada Senin (8/4) terjadi hujan lebat lagi dan mengakibatkan tergerusnya tanah penahan pondasi tihang penyangga jembatan sebelah Barat, sehingga pondasi dan tihang utama serta badan jembatan akhirnya roboh,” terang Sahna, dalam dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/4).

Robohnya jembatan gantung itu, berdampak pada aktivitas pendidikan. Pasalnya jembatan itu merupakan penghubung
Dusun Cisaarlandeuh ke Dusun Cihanyirlandeuh Desa Cipicung.

”Jembatan itu setiap harinya sebagai akses jalan ke sekolah SD dan akses warga antar dusun,” katanya.

Selain aktivitas pendidikan yang terganggu, aktivitas masyarakat lainnya yang biasa menggunakan jembatan itu dipastikan bakal terganggu pula.

”Untuk anak sekolah dari Dusun Cisaar yang sekolahnya ke SD Cimukti di Dusun Cihanyirlandeuh harus memutar dengan jarak 4 kilometer. Kalau memaksakan menyebrang sungai ya khawatir bagi keselamatan anak-anaknya,” kata dia.

Dikatakan Sahna, untuk sementara pihaknya akan bergotong royong dengan warga membangun jembatan sementara dari bambu. Guna mempermudah anak sekolah menyebrang. ”Saya akan prioritaskan anak sekolah agar tak terganggu aktivitas belajarnya,” ucapnya.

Sementara itu untuk membantu pelajar melintas kepolisian sektor Jatigede telah menerjunkan anggotanya. Mereka membantu para pelajar untuk menyebrang dengan cara digendong satu persatu,

“Jembatan gantung roboh akibat curah hujan yang cukup tinggi sejak Senin sore kemarin hingga malam hari, sehingga air sungai Cisaar meluap dan menggerus pondasi jembatan gantung hingga jembatan terbawa arus aliran sungai dan roboh,” kata Kapolsek Jatigede, AKP Dadang, Selasa (9/4).

Akibat kejadian itu, tambah Dadang, jalan alternatif penghubungkan dua dusun tidak bisa dilalui. ”Kendati begitu, masyarakat membuat jalan lain untuk bisa dilalui oleh warga dan pelajar yang akan berangkat ke sekolah,” katanya. (eri)

Ikuti Kami di Sosial Media:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.