Kades: Manfaatkan Bantuan Tani

WADO – Kelompok tani (Poktan) diharapkan bisa memaksimalkan segala potensinya. Sebab, banyaknya berbagai bantuan yang diterima poktan, baik berupa bantuan alat, bibit, maupun stimulan lainnya. Sehingga bantuan itu berbuah hasil produksi yang diharapkan.

Sehingga petani yang tergabung dalam poktan bisa berkembang lebih jauhnya menghasilkan pendapatan.

“Banyak mengalir bantuan ke poktan. Kalau poktan itu mampu mengelolanya ya akan mendapatkan hasil yang lumayan,” ujar Kades Sukajadi, Dede Suhendar, Minggu (8/10).

Dede mengakui, terkadang bantuan yang disalurkan oleh pihak terkait ke poktan, banyak yang tidak berkesinambungan. Terkesan sebuah bantuan cukup diterima dan dipergunakan sesaat saja. Seharusnya, ia mencontohkan, seperti bantuan berupa ternak harus berkelanjutan. Dalam arti bisa reproduksi. Sehingga hasilnya petani lainnya bisa merasakan.

“Satu contoh, awal bantuan ternak 10 ekor domba, dalam tempo beberapa tahun jelas harus bertambah. Dan hasilnya itu bisa dipelihara petani lain. Siklus itu harus terus bertambah sehingga semua petani bisa memelihara domba hasil bantuan tersebut,” tuturnya.

Realitanya kata dia, terkadang bantuan itu berkurang kemudian tidak bisa diberdayakan. Ia kembali menggambarkan, misalnya bantuan bibit jagung didapat oleh petani kadang hanya produksi sekali tanam.

“Lebih parahnya jika ada bantuan tidak direalisasikan. Itu kemungkinan ada, ini yang harus mendapat tindakan,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan, terkadang masih ada poktan yang tidak bertanggung jawab atau menyalahgunakan bantuan. Hal ini harus mendapat perhatian dari pihak-pihak terkait.

“Kalau yang nakal ada aja, dapat bantuan misalnya bibit 100 kg, tapi sebagian ada yang dijual,” katanya lagi.

Ia juga menghimbau pada poktan, ketika menerima bantuan seharusnya berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa. Agar pemerintah desa bisa mendata dan membantu arahan dalam pengolahan produksi atau hal lainnya.

“Ya ada kejadian satu kelompok tani itu dapat bantuan misalnya. Tapi pemerintah desa kok tidak tahu. Ini kan tidak bagus. Karena segala pemberdayaan potensi petani, (pemerintah) desa ya harus tahu,” ungkapnya.

Ia juga menghimbau kepada intansi atau pihak terkait, jika akan memberikan bantuan ke sebuah kelompok tani sepatutnya berkoordinasi dengan pihak desa.

“Kalau ada apa-apa tetap saja yang repot pemerintah desa,” ujarnya. (eri)

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.