Kades Sundamekar Suharya Sempat Rasakan Tinggal di Rutilahu

Peliput/Editor: HERI PURNAMA/SUMEKS

Kades Sundamekar Suharya Sempat Rasakan Tinggal di Rutilahu

REHAB RUMAH: Warga Desa Sundamekar Kecamatan Cisitu gotong royong merehab rumah warga dari program rutilahu yang direalisasikan atas kinerja pemdes setempat. (HERI PURNAMA/SUMEKS)

Jadi Ambisi Memperjuangkan Kelayakan Hidup Warga

Banyaknya warga kurang mampu tinggal di rumah yang sudah lapuk, mengingatkan Kepala Desa Sundamekar Kecamatan Cisitu, Suharya, yang pernah merasakan sulitnya ingin memilik rumah yang layak. Hal itu jadi cambuk untuk dirinya pribadi, sehingga bersikeras berjuang untuk warganya yang tinggal di rumah tidak layak huni (rutilahu).

HERI PURNAMA, Cisitu
KONDISI lingkungan yang semrawut dan terlihat kumuh karena banyaknya rumah lapuk yang berdiri dengan kerapuhannya.
Awalnya, hampir di setiap penjuru wilayah desa, terdapat bangunan rumah yang terbuat dari bahan bangunan kayu dan bambu yang sudah berusia tua dan tidak pernah dilakukan perehaban. Sampai kini, kayu dan bambu yang awalnya kokoh itu, sudah berubah menjadi kropos dan dijadikan sarang rayap yang setiap waktu menggerogotinya.

Berkat kerja keras dan kesungguh-sungguhan kepala desa yang dibantu perangkat desa, kondisi buruk yang sempat menghiasi desanya itu, secara bertahap bisa teratasi.

Kepala Desa Sundamekar Suharya menegaskan, berbagai hal upaya dilakukannya untuk memberantas rumah tidak layak huni, yang menjamur di wilayah desa yang dipimpinnya itu.

“Kita pemerintah desa selalu memanfaatkan peluang yang ada untuk bantuan rutilahu,” katanya saat diwawancarai Sumeks di Kantor Kecamatan Cisitu, kemarin (9/1).

Dia menyebutkan, melakukan koordinasi dan mengajukan permohonan dengan intansi-intansi terkait, merupakan salah satu upaya yang dilakukannya. Berkat keuletan dan kesabarannya itu lah, puluhan rumah tidak layak huni akhirnya mendapatkan realisasi bantuan dari pihak-pihak terkait.

“Alhamdulilah, berkat kerja keras semunya dan dukungan dari pihak-pihak terkait, akhirnya sampai saat ini sudah puluhan rumah yang direhab,” tuturnya.

Dia menerangkan, pada Tahun 2016, ada sekitar 50 rumah yang direhab menggunakan anggaran bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Semntara di Tahun 2017, ada 19 rutilahu yang direhab. Satu unit rumah dibantu oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan 18 rumah lainnya menggunakan bantuan provinsi (banprov).

“Dalam kurun waktu dua tahun ini, kita sudah bisa merehab 69 rumah dari berbagai anggaran,” sebutnya.
Tak hanya itu, di tahun ini (2018), rencananya bantuan dari PUPR akan kembali datang untuk puluhan rumah lagi. Dia mengakui, dari jumlah Kepala Keluarga (KK) sekitar 678, ada sekitar 50 persen warga yang tidak mampu merehab rumahnya.

“Alhamdulilah kerja keras kita selama ini membuahkan hasil yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (**)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.