oleh

Kadinkes Bantah Anggaran Rp 4,5 M, Insentif Tim Medis Hanya Rp 3 M

SUMEDANGEKSPRES.COM – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Dadang Sulaeman kaget informasi anggaran Rp 4,5 miliar yang disalurkan ke instansinya. Yang benar, kata dia, sebesar Rp 3,5 miliar.

Beredar di media sosial, dinas tersebut menerima tambahan duit Rp 4,5 miliar untuk penangan covid 19. Padahal, kata Dadang, pada masa pandemi covid 19, Pemkab menggelontorkan dana sebesar Rp 3.537.950.000. Dana tersebut bersumber dari anggaran APBD 2020.

“Itu untuk pemberian insentif bagi para tenaga kesehatan, yang diberikan selama dua bulan yaitu bulan April dan Mei,” kata Dadang saat ditemui Sumeks di ruang kerjanya, Kamis (4/6).

Dikatakan, sebanyak 1.966 orang tenaga kesehatan tersebar di Dinas Kesehatan, UPTD Puskesmas , UPTD Labkesda, UPTD Farmasi dan Pegawai Public Safety Center (PSC).

Penerima tertinggi untuk pemberian insentif, dihitung berdasarkan risk risiko, tertinngi Rp 1,7 juta untuk kepala UPTD Puskesmas dan terendah sebesar Rp 400 000 untuk pelaksana administrasi di Dinas Kesehatan maupun di UPTD.

“Pemberian insentif merupakan suatu penghargaan bagi tenaga kesehatan dan tenaga kesehatan lainnya, yang menangani covid 19,” kata dia.

Dijelaskan, pemberian intensif memiliki empat payung hukum. Yakni Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor S 239/MK.02/2020, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/278/2020, Peraturan Bupati Sumedang nomor 28 Tahun 2020 tentang perubahan atas peraturan bupati nomor 25 tahun 2020 serta Surat Keputusan Bupati Sumedang Nomor 443/kep. 195-Dinkes/2020 tentang Pembentukan Operasi Percepatan Penanganan Korona Virus Disease 2019 (covid-19) Tahun Anggaran 2020.

“Selama ini, mereka (tim medis, red) memiliki peranan penting dalam memutus mata rantai covid,” katanya.

Seperti melakukan penelusuran kasus melalui kegiatan pemeriksaan rapid test, melaksanakan penyemprotan desifektan di tempat umum dan perkantoran, melaksanakan penyuluhan keliling di wilayah kota serta memberikan pelayanan kesehatan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Bahkan mereka juga melaksanakan penjagaan di perbatasan pada saat PSBB, melakukan penjemputan dan pemulangan Pasien Dalam Pemantauan (PDP) serta melakukan isolasi bagi masyarakat yang hasil repid tesnya positif bertempat di wisma haji islamic center,” tuturnya.

Saat ditanya soal anggaran sosialisasi kepada masyarakat, Dadang menyebutkan, tidak ada anggarannya. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar

  1. Kabar Gembira buat para pengemar Game Online
    Kami memberikan Promo Ansuransi Modal Perdana 100% FULL.
    Modal perdana akan di ganti full 100% jika kurang beruntung.
    Pendaftaran Gratis dan Mudah Untuk bantuan bisa langsung hub CS 24 jam nonstop atau langsung ke TKP ( QQHarian dan bisa lsg cari atau search di google )
    Ayo tunggu apa lagi gabung dan klaim Bonusnya ya guys. . . .

News Feed