Kantor Pemasaran Pasar Pindah

Kantor Pemasaran Pasar Pindah

POTONG TUMPENG: Pemotongan tumpeng menandai peresmian pemindahan Kantor Pemasaran PT Bangun Jaya Allia ke lokasi Gedung Pasar Semi Modern, kemarin (13/11).

PEWARTA: ASEP HERDIANA/SUMEKS

Warga Dapat Lihat Kios yang Akan Dibeli

KOTA – Kantor Pemasaran PT Bangun Jaya Allia berpindah tempat. Semula, kantor pemasaran pasar semi modern pertama di Sumedang ini, terletak di jalan Sebelas April Nomor 55 Lingkungan Tegal Kalong Kecamatan Sumedang Utara, kini pindah ke lokasi Gedung Pasar Semi Modern.

Pemidahan tersebut, menyusul peresmian gedung yang dalam waktu dekat akan segera dilakukan. Selain itu, untuk mempermudah para pedagang untuk berkonsultasi dan bertanya seputar pasar dan pembelian kios.

“Semetara lagi kan peresmian, kantor kami pindahkan ke sini supaya bagi para pedagang dan masyarakat yang mau tanya dan konsul seputar pasar dan pembelian kios dan lainnya, bisa melihat langsung lokasinya,” ungkap Kepala Kantor Pemasaran Halim saat ditemui di kantornya yang baru, Senin (13/11).

Acara potong tumpeng pemidahan kantor tersebut, dihadiri pula Camat Sumedang Utara Dikdik Syekh Rizky dan Kepala Cabang BNI Sumedang Hendri Suyanto. Camat Dikdik mengungkapkan, sangat mengapresiasi dengan diresmikannya kantor pemasaran. Hal ini, menjadi awal geliat perekonomian di Sumedang dan menjadi titik balik bagi warga pasar serta pedagang pasar tradisional dalam mengembangkan usahanya.

“Ini akan menjadi awal peningkatan taraf perekonomian di Sumedang,” ujarnya.

Menurut camat, jika melihat fungsi dan peran pasar tradisional yang strategis dalam peningkatan pendapatan dan penyerapan tenaga kerja, maka dalam pembangunan sektor perdagangan merupakan salah satu program prioritas yang telah dikembangkan Pemkab Sumedang. Program tersebut, secara simultan dan sinergis akan terus dikembangkan untuk memperkuat pasar melalui pemantapan suplai serta menjaga kelancaran dan efisiensi distribusi barang kebutuhan masyarakat khususnya di Sumedang.

“Di balik peran pasar tradisional yang strategis tersebut diperlukan upaya-upaya dalam rangka meningkatkan daya saing pasar tradisional yang identik dengan sebuah lokasi perdagangan yang kumuh, semrawut, kotor dan merupakan sumber kemacetan lalu lintas. Maka dengan dibangunnya pasar tardisional modern ini, apa yang para pedagang dan masayarakat impikan selama ini akan terwujud,” terang Dikdik.

Selain dari sektor pembangunan fisik, menurutnya, tugas pokok pengelola pasar melakukan pembinaan terhadap pedagang. Begitu juga, menciptakan kondisi pasar yang kondusif dan layak untuk berusaha, serta mengupayakan kelancaran distribusi barang sehingga tercipta kestabilan harga barang. Pengelola pasar harus memahami tugas dan fungsinya sebagai pengelola.

“Pengelola pasar juga diharapkan untuk memberi pembinaan kepada para pedagang agar usahanya lebih maju. Tentunya, kami dari Pemkab Sumedang akan bersama-sama dengan pengelola untuk terus memajukan pasar agar lebih berkembang lagi. Warga pasarnya bisa lebih sejahtera,” lanjutnya.

Di tempat sama, Direktur Utama PT Bangun Jaya Allia Lai Hok Melhan SE mengungkapkan, dengan diresmikanya kantor pemasaran, akan mempermudah akses warga pasar untuk mengetahui secara detail mengenai pembangunan pasar.

“Para pedagang bisa bertanya, apa saja yang terkait pembangunan pasar dari mulai cara pembelian kios dan lain-lain. Kami akan sangat welcome dan melayani, karena intinya tujuan kami adalah membantu dan melayani warga pasar untuk mengembangkan usahanya,” ujar Alai.

Dia mengungkapkan, di tengah gempuran pasar modern, pasar tradisional harus diselamatkan. Dan salah satunya, dengan pembangunan pasar atau revitalisasi pasar ini.

Padahal pasar tradisional juga, masih memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki pasar modern. Diantaranya, masih adanya kontak sosial saat tawar menawar antara pedagang dan pembeli. Tidak seperti pasar modern yang memaksa konsumen untuk mematuhi harga yang sudah dipatok.

“Bagaimanapun juga pasar tradisional lebih menggambarkan denyut nadi perekonomian rakyat kebanyakan. Di sana, masih banyak orang yang menggantungkan hidupnya. Dari mulai para pedagang kecil, kuli panggul, pedagang asongan, hingga tukang becak,” tukasnya. (her)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.