oleh

Kapus Minta Identitas Pasien Korona Dirahasiakan, Wabup Minta Diekspose

SUMEDANGESKPRES.COM, JATINANGOR – Seorang tenaga medis asal Puskesmas Cisempur dibawah naungan Puskesmas Jatinangor, terkonfirmasi positif Covid-19. Tenaga kesehatan yang berprofesi sebagai dokter gigi itu, terkonfirmasi setelah dilakukan swab test oleh Labkesda Sumedang.

Kepala Puskesmas (Kapus) Jatinangor, drg Ami Fitriah MHkes membenarkan jika tenaga kesehatannya terkonfirmasi positif Covid-19. Hanya saja, Ami mengimbau kepada media dan masyarakat, untuk merahasiakan identitas dan alamat lengkap pasien demi menjaga privasi keluarga pasien.

“Di Jatinangor yang terkonfirmasi hasil uji swab ada tiga, yang dua sembuh, sisa satu masih diisolasi. Kami berharap identitas pasien dirahasiakan demi keamanan dan menjaga hal tidak diinginkan,” katanya, kemarin (10/8).

Kata Ami, ada keluarga pasien yang mengeluh bahwa identitas korban sampai menyebar di medsos dan grup-grup WhatsApp (WA) majelis taklim. Meskipun bukan penyakit aib, kata Ami, namun demi menjaga etika dan privasi korban.

Baca Juga :
Rombongan Kadis Pariwisata Wajib Karantina

Rombongan Wisatawan Disuruh Putar Balik Petugas Check Point

“Kasian juga kan keluarganya dijauhi warga lain. Harusnya edukasi dari temen-temen wartawan bahwa pasien korona bukan aib, tapi penyakitnya yang harus dihindari, bukan orangnya,” ujarnya.

Semenjak adanya pandemi Covid-19, lanjut Ami, kunjungan ke Puskesmas Jatinangor turun signifikan. Dari 4.543 orang, menjadi 2.154 orang. Dan di masa AKB, Puskesmas Jatinangor membatasi jumlah kunjungan menjadi 75 persen dari pelayanana biasa.

“Untuk yang besuk, kita tidak terima. Kecuali kepentingannya darurat. Khusus untuk tempat tidur rawat inap juga kita batasi menjaga agar tidak terjadi kerumunan dan mencegah penyebaran Covid 19,” katanya.

Puskesmas Jatinangor pun, lanjut Ami, menjadi satu dari 26 puskesmas di Kabupaten Sumedang yang meraih predikat akreditasi utama. Artinya, menjadi puskesmas rujukan dan menjadi pelayanan kesehatan terbaik. Dan diharapkannya, awal Tahun 2021, PKM Jatinangor meraih akreditasi paripurna.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumedang H Erwan Setiawan berpendapat beda dengan Kapus Jatinangor. Terkait identitas pasien Covid-19, Erwan justru berpesan, agar identitas pasien diekspose. Sehingga keluarga dan rekan terdekat, tahu bahwa dia (pasien) itu terpapar covid-19. Sebab, kata Erwan, korona itu bukan penyakit aib seperti HIV/Aids, namun penyakit yang harus diputus mata rantainya.

“Bagaimana saya bisa tahu rekan saya terpapar korona, kalau tidak diekspose. Jangan-jangan orang yang selalu berhubungan dengan saya terpapar korona. Jadi penyebarannya mudah dong,” tandasnya.

Terkait persiapan akreditasi, Erwan pun menyatakan, bahwa harus tetap dilakukan meskipun di tengah pandemi. PKM Jatinangor memang satu satunya puskesmas yang meraih gelar akreditasi Utama di Kabupaten Sumedang.

“Kita akan mengecek prokes dan fasilitas yang ada di Puskesmas Jatinangor. Kalau layak bisa diajukan dan dianggarkan di perubahan. Karena Puskesmas itu dibiayai oleh pemda, jadi regulasinya memang ketat,” katanya.

Erwan berpesan agar pelayanan tetap ditingkatkan dengan menerapkan protokol kesehatan. Seperti ads treaking dan tracing. Batasi jumlah pengunjung, bahkan kalau bisa, pasien tidak ditengok oleh keluarga.

“Puskesmas itu harus jadi pelopor, masa ke orang lain gencar sosialisasi pencegahan covid-19, di Puskesmas sendiri diabaikan. Kalau bisa pagi dan sore hari selalu disemprot disinfektan. Pasien atau keluarga yang tak pakai masker, gak usah dilayani,” katanya. (imn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

2 komentar

News Feed