Karangmulya Mulai Belajar di Kelas, Gunakan bangunan SDN Pasanggrahan 1

Peliput/Editor: asep nurdin

Karangmulya Mulai Belajar di Kelas, Gunakan bangunan SDN Pasanggrahan 1

BELAJAR: Sejumlah siswa SDN Karangmulya yang sebelumnya belajar di tenda tanggap bencana, kini mulai belajar di dalam kelas meminjam bangunan SDN Pasanggrahan 1, kemarin.(ASEP NURDIN/SUMEKS)

KOTA – Siswa SDN Karangmulya, Kamis (6/10) kemarin, mulai belajar di dalam kelas. Namun pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) kali ini, dilakukan dengan meminjam bangunan SDN Pasanggrahan 1 yang berlokasi di Jalan Pangeran Kornel 121 Sumedang Selatan.

Kepala Sekolah SDN Karangmulya, Supiah S.Pd, mengatakan, pemindahan tempat belajar dilakukan mengingat KBM di tempat terbuka, dinilai sudah tidak efektip lagi. Pasalnya, konsentrasi siswa dalam menyerap materi pelajaran tidak fokus.

“Anak-anak terlalu banyak bermain dari pada belajarnya,” kata Supiah kepada Sumeks.

Dikatakannya, pemindahan dilakukan seiring dengan sudah masuknya hari efektip belajar. Dimana sebelumnya, siswa melaksanakan Ujian Tengah Semseter (UTS) Ganjil.

Meskipun masih dalam kondisi tanggap darurat, Supiah tetap bertekad untuk memberikan pendidikan, dan pengajaran seoftimal mungkin kepada siswanya.

Sebelumnya, Sufiah merasa terkatung-katung karena tidak ada kepastian dari pemerintah, tentang nasib peserta didiknya, yang entah sampai kapan harus belajar di tenda. Hingga akhirnya, dia mengadukan permasalahan kepada Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sumedang. Alhasil, respon positif dari ketua PGRI pun, menjadi titik terang bagi Sufiah berikut staf pengajar dan peserta didiknya.

“Setelah berkoordinasi dengan PGRI dan Disdik, kami langsung mendapat persetujuan untuk menempati bangunan SDN Pasanggrahan 1,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Ketua PGRI Kabupaten Sumedang, H Dedi Suhayat M.Pd, mengaku ikut bertanggungjawab dalam memberikan solusi, agar siswa-siswi SDN Karangmulya, tidak lagi belajar di dalam tenda.

“Saya selaku Ketua PGRI berusaha dan berupaya untuk memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi para siswa dan guru yang terkena dampak bencana longsor,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sumedang, Eka Setiawan mengatakan, terkait masalah pendidikan pihaknya akan mengikuti minat siswa. Apakah mereka akan tetap bersekolah di sekolah asal, atau berpindah ke sekolah lain mengikuti orang tuanya pindah. (mg1)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.