oleh

Karena Diancam, Seorang Anak Layani Nafsu Bejat Ayahnya Selama Dua Tahun

SUMEDANG – Seorang pria berinisial A, 44, warga Kecamatan Ujungjaya dilaporkan oleh anaknya kandungnya kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sumedang.

Hal tersebut dikarenakan A telah berbuat tega menyetubuhi anak kandungnya yang masih berusia 14 tahun.

Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo melalui Kasat Reskrim AKP Nikki Ramdhani mengatakan, aksi tidak terpuji A untuk melampiaskan nafsu bejatnya terhadap anaknya sudah dilakukan sejak tahun 2017 lalu.

“Korban sudah disetubuhi pelaku sejak 2017 lalu. Setiap kali akan melakukan aksinya tersangka selalu mengancam korban,” ujarnya kepada Sumeks, Rabu (6/11).

Adapun ancaman yang dilakukan oleh tersangka kepada korban, lanjut Nikki, yaitu dengan tidak akan memberi makan korban.

“Korban sebetulnya sudah lama ingin menceritakan perbuatan ayahnya itu ke kakaknya, namun niat itu selalu gagal, lantaran korban berada dibawah ancaman,” paparnya.

Namun demikian, beruntung nasib naas yang diderita anaknya selaku korban harus berakhir. Karena korban memberanikan diri untuk berterus terang kepada kakaknya.

Tidak terima, dengan perlakuan ayahnya, sang kakak langsung melaporkan kejadian yang diderita adiknya selama dua tahun kepada Unit PPA Polres Sumedang.

“Kelakuan sang ayah akhirnya terbongkar, setelah korban menceritakan penderitaannya itu kepada kakak kandungnya, yang sudah bekerja di Majalengka,” sebut Nikki.

Nikki juga menyebutkan, selama ini, korban tinggal berdua dengan tersangka, sedangkan ibu kandung korban sudah meninggal dunia.

“Meskipun tersangka sudah menikah lagi dengan orang Majalengka, namun dia tidak tidak tinggal selamanya dengan istri barunya itu. Tersangka secara berkala menemui korban di rumahnya,” ungkapnya.

Sementara itu, atas perbuatannya tersangka harus mendekam di ruang tahanan Mapolres Sumedang, sejak tanggal 2 November lalu.

“Kami jerat dengan Pasal 81 ayat 1,2 dan 3 UU RI NO 17 Tahun 2016, tentang penetapan PP RI Nomor 01 Tahun 2016, tentang perubahan kedua UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak,” katanya. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed