oleh

Karena Kualitas Pendidikan Kurang Baik, Warga Desa Ciawitali Sekolahkan Anaknya di Indramayu

SUMEDANG – Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumedang Ferry Budianto melakukan kunjungan ke SDN Sampora dan keluarga siswa yang mengundurkan diri dari MTs Buahdua akibat belum lancar membaca dan menulis.

Siswa tersebut bernama Fahmi yang merupakan lulusan dari SDN Sampora yang beralamatkan di Desa Ciawitali, Kecamatan Buahdua, kabupaten Sumedang.

Sebelumnya diberitakan, warga merasa kecewa dengan buruknya kualitas pendidikan di SDN Sampora sehingga menyebabkan adanya siswa yang lulus dalam keadaan belum lancar membaca dan menulis.

Akibatnya, meski telah masuk di MTs Buahdua, Fahmi mengundurkan diri karena merasa minder.

Dalam kunjungan itu, Ferry membenarkan adanya beberapa anak yang belum lancar meski telah duduk di kelas 6 SD dan lulus.

“Betul, berdasarkan hasil temuan di lapangan ada beberapa anak yang masih belum lancar membaca meski telah duduk di kelas 6 SD dan lulus. Bahkan, tadi saya mengunjungi salah satu keluarga mereka,” ujarnya kepada sumeks.

Dikatakan, kondisi seperti ini tentunya sangat mengkhawatirkan, karena pendidikan dasar itu sangatlah penting. Menurut Ferry, masalah tersebut kini menjadi permasalahan semua pihak.

“Dinas Pendidikan harus memikirkan solusinya seperti apa. Agar, kedepan kualitas pendidikan di SDN Sampora ini bisa lebih baik lagi,” sebutnya.

Ferry juga menjelaskan, saat berkunjung ada juga warga Dusun Pasir Angin Desa Ciawitali yang mengatakan jika beberapa warga disana menyekolahkan anaknya ke SD yang ada di wilayah Kabupaten Indramayu. Selain wilayahnya yang berdrkatan, juga dikarenakan kualitas pendidikan lebih baik dibandingkan dengan yang ada di SDN Sampora.

“Hal ini menandakan kepercayaan masyarakat sudah kurang akan kualitas pendidikan sekolah yang ada di desanya. Itu laporan berasal dari masyarakat Desa Ciawitali sendiri,” ungkapnya.

Tentunya, lanjut Ferry, hal ini menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang. Dan ia pun berharap agar Bupati Sumedang memperhatikan hal tersebut.

“Walaupun berada di pinggir, tapi tetap ini sama merupakan masyarakat Kabupaten Sumedang. Jadi mohonlah diperhatikan pendidikan mereka,” pintanya.

Sementara itu, Komisi III DPRD Sumedang sendiri akan menindaklanjuti kasus tersebut. Oleh sebab itu Ferry meminta agar Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang segera turun ke lapangan dan memberikan solusi yang terbaik.

“Jangan hanya mendengarkan laporan dari UPT Pendidikannya saja, Disdik harus turun ke lapangan. Cek kebenarannya, tanya kepada warga seperti apa kualitas pendidikan yang ada di SDN Sampora,”

“Jangan sampai kelas 6 belum lancar membaca, kasian mereka. Apalagi di jenjang pendidikan yang lebih tinggi, jangan sampai mereka tidak mampu bersaing dengan lulusan dari sekolah lainnya. Nantinya, sangat mengkhawatirkan,” paparnya.

Kedepannya, Ferry mengharapkan, generasi muda Desa Ciawitali yang salah satunya lulusan SDN Sampora mampu bersaing dalam berbagai bidang. Terutama, dalam memajukan Desa Ciawitali sendiri.

“Bagaimana mau memajukan Desa Ciawitali kalau pendidikan dasarnya saja seperti ini. Perbaikilah segera kualitas pendidikanya,” tuturnya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed