Karya Siswa SLB Perlu Kolaborasi dengan Wisata

Karya Siswa SLB Perlu Kolaborasi dengan Wisata

BUAT KERAJINAN: Sejumlah siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Bina Bhakti Mandiri (BBM) tengah kerja kelompok membuat sebuah kerajinan tangan. (DOK/SUMEKS)

PEWARTA: HERI PURNAMA/SUMEKS

CISITU – Hasil
karya anak Sekolah Luar Biasa (SLB) Bina Bhakti Mandiri (BBM), perlu
dikolaborasikan dengan wisata. Sebab selama ini, hasil karya siswa penyandang
disabilitas masih belum bisa dipasarkan lantaran belum ada pihak lain yang bisa
bekerjasama dengan pihak SLB.

Kepala SLB BBM
Dr. Isaris Arwianti, S.pd,.M.M.pd menyebutkan, kualitas hasil karya anak
didiknya tidak perlu diragukan lagi. Hanya saja sampai saat ini, belum ada yang
melirik hasil karya para siswa SLB.

“Selama
ini, kita memang belum bisa memasarkan hasil produksi anak didik kita, sebab
kita butuh pihak lain untuk memasarkannya,” katanya.

Dalam hal ini,
pihak SLB memerlukan kerjasama dengan pelaku usaha wisata. Hal itu bertujuan,
agar hasil karya anak didiknya bisa dipamerkan di tempat wisata dan dijadikan
buah tangan para wisatawan.

“Kami
berharap hasil karya ini bisa dikolaborasikan dengan wisata. Sebab di tempat
wisata, biasanya banyak yang datang dari kalangan yang memiliki hobi seni,”
tuturnya.

Dia
menerangkan, hasil karya yang dihasilkan, semua punya nilai seni yang bagus.
Bahkan hasil karyanya itu, sudah menjuarai di tingkat provinsi dan nasional.

“Kualitas seni
pada produk kita, sangat mampu bersaing. Jadi sangat cocok kalau dipamerkan di
tempat wisata,” katanya lagi.

Isaris
menilai, saat wisata Waduk Jatigede sudah berjalan dan ditunjang oleh akses
jalan yang maksimal, maka hasil karyanya itu bisa dikolaborasikan dengan wisata
Waduk Jatigede.

“Banyak titik
yang bisa dikonsep jadi wisata di Waduk Jatigede, oleh sebab itu kita punya
banyak peluang untuk bekerja sama dengan pengelola wisatanya,” tuturnya. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.