Kasus Kareumbi, Pejabat Pemkab Dipanggil Polda

Peliput/Editor: Asep herdiana

Kasus Kareumbi, Pejabat Pemkab Dipanggil Polda

LOKASI KAREUMBI: Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi, Sumedang pemanfaatan lahannya diduga telah disalahgunakan pejabat Pemkab Sumedang. (NET/ILUSTRASI)

KOTA – Bagian Hukum Setda Kabupaten Sumedang membenarkan bahwa ada beberapa pejababat Pemkab Sumedang yang dipanggil oleh pihak Polda Jabar. Ketiga pejabat itu yakni Dede Hermasah, Gatot, dan Lilis.

Meski demikian, pemanggilan tersebut hanya bersifat klarifikasi atau dimintai keterangan terkait Kerjasama Pemanfaatana lahan pemerintah di Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi oleh pihak ketiga.

Kasubag Bantuan Hukum, M. Rizal mengatakan, pemanggilan tersebut merupakan pemenuhan panggilan Polda yang saat ini tengah melakukan penyelidikan atau pengumpulan bahan keterangan (Pul Baket).

“ Pihak Polda masih dalam proses pengumpulan bahan keterangan, jadi mereka yang dipanggil ini yang mengetahui proses kerjasamanya seperti apa,” katanya kepada Sumeks, kemarin.

Ia mengatakan, yang dipanggil hanya menjawab beberapa pertanyaan dari penyidik yang diantaranya terkait prosedur serta segala sesuatunya. Menurut Rizal, pemanfaatan lahan tersebut, sudah ditempuh sesuai aturan.

“Luas lahan di Kareumbi, sekira 160 hektare (ha) dan di eks perkebunan Sampora seluas 198 ha,” ujarnya.

Iapun menegaskan pihaknya akan kooperatif jikalau ada pemanggilan kembali kepada para pejabat terkait untuk dimintai keterangan.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah pejabat di Kabupaten Sumedang dipanggil Polda Jawa Barat terkait pemanfaatan lahan eks Perkebunan Sampora di Kecamatan Buahdua dan Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi, Sumedang.

“Benar, kami dimintai keterangan oleh Polda Jabar terkait kerjasama daerah pemanfaatan lahan tersebut,” kata Asisten Daerah (Asda), Pemkab Sumedang, Dede Hermansyah.

Sementara, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, Kombes Pol A. Kliment Dwikorjanto mengaku, belum menerima laporan dari anggota terkait kasus tersebut. “Nanti saya tanya dulu ke anggota,” kata dia. (her)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.