Kebakaran Hutan Marak, Telan Korban Jiwa

Peliput/Editor: atep bimo

Kebakaran Hutan Marak, Telan Korban Jiwa

PADAMKAN: Beberapa warga saat berusaha memadamkan api di lokasi kebakaran, Blok Pasir Aki dan Bodoloa Kaler saat berusaha memadamkan api, belum lama ini. (DOK SUMEKS)

BUAHDUA – Kebakaran yang melanda kawasan hutan dan kebun marak di musim kemarau tahun ini. Tercatat, sudah beberapa kali kebakaran terjadi di UPTD Damkar wilayah Conggeang. Baik itu terjadi di kebun milik pribadi ataupun milik perum perhutani.

Bahkan, kebakaran juga telah menelan korban jiwa. Seperti yang terjadi di Desa Bongkok, seorang petani harus meregang nyawa ketika membersihkan kebunnya. Selain itu, kerugian berbentuk materi sudah tidak terhitung banyaknya.

Beberapa wilayah yang sering terjadi kebakaran diantaranya, Kecamatan Buahdua di Hutan Jati milik Perum Perhutani, Kecamatan Paseh di kebun milik warga, Kecamatan Ujungjaya melanda hutan karet dan jati milik Perhutani dan di Kecamatan Tomo hutan jati dan karet milik Perum Perhutani.

Kepala UPTD Damkar wilayah Conggeang, Dudung Abdullah melalui Ketua Regu 3, Toni Abdullah mengatakan kebakaran hutan banyak penyebabnya. Diantaranya, warga tidak sengaja membuang puntung rokok sembarangan di kebun atau sengaja membakar sampah saat menyiangi, namun tidak diawasi. Faktor lainnya, kemungkinan saking panasnya cuaca, ada percikan api hingga menimbulkan kebakaran.

“Semuanya bisa menimbulkan kebakaran mengingat hujan yang tidak kunjung datang. Keadaan hutan kering dengan daun-daun dan ranting yang mudah terbakar mempermudah terjadinya kebakaran. Belum adanya angin,” kata Toni kepada Sumeks melalui selulernya, kemarin.

Toni menambahkan, khususnya bagi yang sengaja yang melakukan pembakaran sampah di kebun, harus diawasi. “Jangan sampai kawalagar kata orang Sunda mah. Hingga api dengan cepat membesar,” tambahnya.

Toni berpesan, agar warga berhati-hati apabila saat berada di hutan atau kebun. Apabila membakar sampah atau lainnya harus waspada dan tetap diawasi.
Selain itu, lanjutnya, pihak pemilik kebun juga dalam melakukan pembakaran kebun harus sesuai prosedur.

“Rumput dan alang-alang harus dibabat terlebih dahulu dengan jarak tertentu. Hal itu dilakukan agar tidak api tidak merembet ke kawasan hutan lainnya,” tutupnya. (atp)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.