oleh

Keberadaan Harun Masiku, Alasan Kapolri Bikin Blunder

SUMEDANGEKSPRES.COM – Keberadaan tersangka Harun Masiku hingga kini belum diketahui. Informasi yang beredar, politisi PDIP itu sempat berada di kompleks PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian). Dua lembaga penegak hukum seperti KPK dan Polri tidak mampu memberikan jawaban yang memuaskan.

Kemarin (30/1), Kapolri Jenderal Pol Idham Azis diberi pertanyaan sama oleh Komisi III DPR RI. Saat Rapat Dengar Pendapat (RDP), anggota Komisi III Sarifuddin Sudding bertanya kepada Idham tentang sejumlah pemberitaan penyelidik KPK yang diinterogasi dan diminta menjalani tes urine saat akan melakukan penegakan hukum di PTIK.

Menurutnya, kabar tersebut sudah menjadi pertanyaan publik. Pemberitaan di sejumlah media juga memunculkan kesan institusi Polri menghalangi kerja KPK menciduk Harun Masiku.

“Jadi beberapa pemberitaan yang muncul ada kesan institusi kepolisian menghalangi proses atau langkah hukum yang dilakukan aparat penegak hukum di sana. Apa yang sesungguhnya terjadi di PTIK?” tanya Sudding di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip dari FIN.CO.ID (Group SumedangEkspres.com) kemarin.

Informasi Harun berada di PTIK pada 8 Januari 2020 juga menjadi pertanyaan lanjutan. Idham diharapkan mampu menjelaskan secara rinci dan detail ihwal peristiwa tersebut. Pertanyaan senada juga dilontarkan Benny Kabur Harman. Politisi Partai Demokrat ini meminta Kapolri menjelaskan secara gamblang terkait kabar yang menyebutkan bahwa penyelidik KPK sempat disekap di PTIK.

Benny juga menyinggung kedekatan dengan petinggi PTIK. Dugaan Harun merapat ke PTIK karena memiliki kedekatan dengan Gubernur PTIK yang pernah menjabat sebagai Direktur di KPK.

“Kenapa Harun ke PTIK itu juga jadi pertanyaan. Setelah dilacak kuat dugaan bahwa Harun Masiku ke sana sebab katanya Gubernur PTIK itu mantan Direktur Penyidik KPK. Kabarnya kenal baik juga dengan Harun,ya satu kampung atau apa, nggak tahu saya,” ujar Benny.

Menjawab pertanyaan itu, Idham Azis mengaku tidak mengetahui jika Harun sempat berada di PTIK.

“Kami nggak tahu masalah itu. Mungkin informasi di luar sedang seliweran. Tetapi kami sendiri tdiak tahu,” tegas Idham.

Baca Selengkapnya…!!!

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed