Kebersamaan Warga dan Pemerintah Desa Ranggon di Milangkala ke 10

Kebersamaan Warga dan Pemerintah Desa Ranggon di Milangkala ke 10

FOTO BERSAMA: Pemerintah Desa Ranggon Kecamatan Darmaraja bersama panitia milangkala Desa Ranggon ke 10 saat melakukan foto bersama, kemarin.

PEWARTA: HERI PURNAMA/SUMEKS

Celah Satukan Masyarakat Dan Perangkat Desa.

Perkembangan dan kemajuan desa tak akan terwujud tanpa adanya kebersamaan antara satu pihak dengan pihak lainnya. Kesinambungan dan saling berpangku tangan adalah hal yang sangat diandalkan oleh Pemerintah Desa Ranggon Kecamatan Darmaraja. Bagaimana kebersamaan mereka. Berikut liputannya.

HERI PURNAMA, Darmaraja

PEMERINTAH Desa Ranggon Kecamatan Darmaraja merayakan ulang tahun desanya yang ke 10. Perayaan hari jadi ke 10 merupakan moment yang tepat bagi pemerintah Desa Ranggon untuk kembali mempertemukan semua lapisan masyarakat. Mulai dari tokoh agama sampai kepada tokoh seniman.

Kepala Desa Ranggon Oo Somantri mengatakan pihaknya memanfaatkan moment tersebut sebagai celah untuk mempersatukan para tokoh yang ada di desa yang dipimpinnya.

Hal itu dapat terlihat dari rangkaian kegiatan yang dilakukan. Mulai dari pagelaran seni tradisional sampai kepada puncak acaranya dengan siraman rohani.

“Kita memang selalu mencari celah dimana masyarakat, para tokoh dan prangkat desa berkumpul,”ucap Oo saat ditemui di kantornya di sela-sela kegiatan hari jadi Desa Ranggon Selasa (21/11)

Oo menyebutkan di usia Desa Ranggon yang ke 10 pihaknya akan lebih memperkental lagi silaturahmi dengan para tokoh yang ada di desa.

Menurutnya, semua unsur di Desa Ranggon akan menjadi penunjang untuk keberhasilan desa dalam pembangunan. Oleh sebab itu, semua pihak harus punya tujuan yang sama.

“Terkadang tanpa disadari, acara seperti ini bisa menjadi moment untuk bertukar pendapat dengan para tokoh. Sehingga, muncul satu rencana yang bersifat membangun. Itu manfaatnya kita bersilaturahmi,” kata dia.

Diakuinya, setelah terjadi pertemuan antar tokoh dalam satu kegiatan, seperti ada sinergi baru yang tertanam. Hal itu berdampak dan memunculkan konsep-konsep baru untuk membangun desa.

“Intinya kegiatan ini saya gelar untuk menciptakan hal yang positif untuk semua lapisan masyarakat,” pungkasnya. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.