Kemajuan Teknologi Bantu Proyek Pembangunan Perbaikan Jaling Amblas Diterapkan Sistem Mortar Foam

Peliput/Editor: HERI PURNAMA/SUMEKS

Kemajuan Teknologi Bantu Proyek Pembangunan Perbaikan Jaling Amblas Diterapkan Sistem Mortar Foam

PERBAIKI JALAN: Sejumlah pekerja proyek perbaikan Jaling Barat yang amblas mempersiapkan sistem Mortar Foam untuk perbaikan.(HERI PURNAMA/SUMEKS)

Pada dasarnya, teknologi biasa digunakan juga di tanah labil. Oleh sebab itu, Jalan Lingkar (Jaling) Barat Blok Legok Huni Desa Neglasari Kecamatan Darmaraja yang sering amblas, diterapkan sistem Mortar Foam (beton busa) di titik tanah labil. Seperti apa sistemnya. Berikut catatannya.

HERI PURNAMA, Darmaraja
SELAMA dibuatnya Jalan Lingkar Barat beberapa tahun lalu, kini kondisinya tinggal penataan saja. Namun begitu, ada satu titik jalan yang selalu amblas setiap musim hujan.

Sekitar 100 meter jalan di blok Blok Legok Huni Desa Neglasari sudah beberapa kali diperbaiki. Namun hasilnya, tetap tidak memuaskan.

Akibatnya, kondisi ini sering kali meresahkan masyarakat dan pengguna jalan. Bahkan sering jadi perbincangan di kalangan masyarakat, yang menilai blok tersebut harus dibuatkan jembatan.

Kendati demikian, salah satu pengusaha yang menggarap perbaikan jalan tersebut, saat ini akan melakukan metoda campuran rasio tertentu. Yakni, antara semen, foam (busa) dengan material tanah/pasir. Material yang digunakan bisa berupa pasir.

Penambahan foam pada campuran mortar, akan mengembang hingga beberapa kali volume awal. Sehingga kebutuhan materialnya dapat dikurangi bila dibandingkan dengan material tanpa campuran foam.

Metode ini dimaksudkan, untuk mendapatkan nilai berat isi dan kekuatan yang direncanakan sesuai kebutuhan. Sehingga mendapatkan komposisi material campuran timbunan dengan mortar busa, hingga diperoleh mortar busa yang sesuai dengan target yang diinginkan.

Foam agent merupakan cairan yang apabila dicampur dengan air dan diberikan tekanan udara tertentu, akan membentuk busa. Yaitu, senyawa kimia dominan yang teridentifikasi dalam cairan pembentuk busa. Dan dapat juga, disebut cairan surfactant yang memiliki karakteristik kimia yang hampir sama dengan air.

Fungsi dari foam agent ini, untuk menstabilkan gelembung udara selama pencampuran dengan cepat dan mendapatkan campuran mortar dengan berat isi yang ringan. Serta, dapat didesain sesuai dengan rencana.

“Intinya, metoda ini bisa memperingan beban, tapi dengan kualitas yang akan meningkat,” ujar salah satu pihak pengusaha Iwan.
Dalam hal ini, Humas Pengerjaan Jalan Lingkar Barat Asep Bangkit menegaskan, dengan sistem seperti ini pihaknya optimis tidak akan terjadi lagi jalan amblas di blok tersebut.

“Saya optimis tidak akan terjadi lagi amblas seperti sebelumnya,” kata dia.

Asep menerangkan, metoda seperti ini sudah diterapkan di salah satu jebatan daerah Cirebon. Hasilnya, sampai saat ini jembatan itu masih kokoh. Padahal, tanahnya lebih labil dari tanah di Blok Legok Huni ini.

“Sistem ini sudah diterapkan di daerah Cirebon dan hasilnya memuaskan,” ucapnya.

Mengenai pengerjaan, saat ini baru berjalan sekitar 10 presen. Pengerjaannya ditargetkan bisa diselesaikan pada bulan Desember nanti.

“Targetnya bisa selesai di bulan Desember nanti. Kalau tidak ada hambatan,” tukasnya.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.