Kemarau, Dua Wilayah Dilanda Kekeringan

Peliput/Editor: HERI PURNAMA/SUMEKS

Kemarau, Dua Wilayah Dilanda Kekeringan

AMBIL AIR: Warga Desa Ambit Kecamatan Situraja tengah mengambil air yang tersedia di hari kemarin. Dalam sebulan ini, warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih. (HERI PURNAMA/SUMEKS)

KRISIS AIR BERSIH

SITURAJA – Warga Desa Ambit Kecamatan Situraja, mulai mengalami krisis air bersih. Setelah beberapa bulan kemarau berlangsung, warga Ambit sudah kelabakan untuk mendapatkan air bersih.

Salah seorang warga Engkar menyebutkan, kekurangan air bersih sudah berlangsung dari dua bulan yang lalu. Namun sebulan kebelakang, warga masih bisa bertahan dari air PAM desa.

Namun, sudah satu bulan ini air PAM ikut kering. Dampaknya, warga harus kembali merasakan kesulitan air bersih. Untuk mendapatkan air, warga harus mengambilnya dari Sungai Cicapar yang jaraknya kurang lebih 700 meter dari pemukiman.

“Untuk mendapatkan air bersih, kami harus mengambilnya dari sungai atau mebelinya,” kata dia kepada Sumeks, kemarin (27/8).
Menurut Engkar, warga setiap harinya memerlukan air bersih untuk konsumsi dan kebutuhan lainnya sekitar 500 liter. Dengan kondisi seperti saat ini, warga harus menghemat air semaksimal mungkin. “Kami butuh air bersih sekitar 500 liter perharinya,” ujarnya.

Untungnya, saat ini warga bisa terbantu dengan suplay air bersih dari PDAM yang dipasilitasi pihak desa setempat. “Saat ini ada suplay air bersih, ini lumayan membantu kami, meski tidak setiap hari,” ucapnya.

Kepala Desa Ambit AA Rahma Suharya SE menegaskan, kekeringan di desa yang dipimpinnya itu, selalu terjadi setiap tahun. Untungnya, pihak desa selalu mendapat akses kerjasama dengan pihak terkait, untuk pengadaan suplay air bersih pada saat krisis air bersih. “Iya, kekeringan ini selalu terjadi setiap tahunnya,” kata dia.

Untuk suplay air bersih, pihaknya masih belum bisa menjanjikan kepada warga untuk suplay setiap hari. Namun untuk satu minggu skali, pihaknya akan mencoba koordinasi dengan pihak terkait.
“Kalau untuk setiap hari saya tidak janji, paling seminggu sekali. Untuk hari ini, kita dapat suplay air bersih sebanyak 16 ribu liter,” ucapnya.

Hal serupa juga terjadi di Dusun 2 Desa/Kecamatan Ujungjaya, yang mulai kekurangan air bersih dalam satu minggu ini. Pasokan air bersih untuk minum yang bersumber dari Pamsimas dan PDAM, mulai berkurang.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Ujungjaya Kecamatan Ujungjaya Asep Casdita. “Dari 800 KK yang berada di Dusun 2, sebanyak 100 KK mengambil air bersih dari Pamsimas. Sementara yang bersumber dari PDAM Sumedang, kami masih mendatanya,” ujar Asep.
Dikatakan Asep, air Pamsimas menyambung dari Desa Cipelang. Desa Cipelang sendiri mengambil air bersih yang bersumber dari mata air Cinyusu Desa Conggeang Wetan Kecamatan Conggeang.

“Sementara, sumber air PDAM untuk masyarakat Kecamatan Ujungjaya berasal dari Kecamatan Paseh,” terangnya.
Asep menuturkan, untuk mengatasi kekurangan air bersih di warga Dusun 2, pihaknya akan membahas di rapat minggon. “Kami akan membahasnya di rapat minggon besok (hari ini (28/8)) bersama Pemerintahan Kecamatan Ujungjaya. Terutama, untuk mencari solusinya,” paparnya.

Sementara itu, tutur Asep, kemarau panjang belum berdampak untuk areal pesawahan di Desa Ujungjaya. Sampai saat ini, belum ada keluhan dari para petani, karena tidak berada dalam musim tanam padi.

“Saat ini, sebagian sawah digunakan untuk bercocok tanam palawija. Seperti mentimun, semangka dan kacang panjang yang tidak memerlukan air banyak. Masih bisa bertahan dengan air dari sumur pantek,” jelasnya. (eri/atp)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.