oleh

Kemarau, Petani Diminta Bijak Olah Sawah

SUMEDANGEKSPRES.COM – Menghadapi musim tanam padi ketiga, petani diminta bijak. Sebab biasanya, musim tanam padi ketiga nanti, petani harus berhadapan dengan rasa was-was akan kondisi debit air di musim kemarau.

Namun begitu, di wilayah pesawahan Desa Neglasari Kecamatan Darmaraja, sumber mata airnya terbilang bagus, dibandingkan dengan hamparan pesawahan di desa-desa yang lainnya. Buktinya, sebagian besar peswahan yang ada di desa tersebut, bisa tiga kali tanam padi dalam jangka waktu satu tahun, meski terkadang musim ketiga keuntungannya kurang maksimal.

Baca juga :

UPI Sumedang Kembangkan Smart Campus

Tiap Tahun, Lahan Pertanian Berkurang

“Ini menghadapi musim tanam ketiga, tapi saya minta petani bisa bijak dalam pengolahan sawah, agar keuntungan bisa tetap maksimal meski dalam kondisi debit air menurun,” kata Kades Neglasari, Undang Saripudin, kemarin.

Biasanya, kata kades, di musim tanam ketiga, para petani harus bekerja ekstra agar sawahnya tetap bisa tersiram air meski debit air minim. “Kalau musim kemarau debit air kan minim, meski sekarang pihak desa mengatur jadwal untuk mengairi hamparan sawah, terkadang airnya tidak cukup. Pada akhirnya pengairan tidak merata,” ujarnya.

Oleh sebab itu, pihak desa berharap agar petani bisa mensiasati musim tanam ketiga dengan tidak serempak menanam padi. Menurutnya, menanam palawija juga bisa memberikan keuntungan yang tidak kalah besar dengan padi. Bahkan mungkin bisa melebihi keuntungan dari menanam padi.

“Kalau bisa, musim tanam ketiga para petani mengalihfungsikan lahan garapannya untuk tanaman palawija,” ucapnya. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

News Feed