oleh

Kemenag Ajak Warga Ikuti Aturan Selama Ramadan

SUMEDANGEKSPRES.COM – Kabag Syariah Kemenetrian Agama (Kemenag) Sumedang, Drs. Sjamsuridjal, M.E.Sy. mengatakan, beribadah pada bulan suci Ramadan pada saat ini, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Kita sudah mengatahui semua, bahwa Kabupaten Sumedang sudah termasuk golongan zona merah, bahkan pada hari ini (kemarin) kita sudah masuk hari ketiga penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” katanya, kemarin (24/4).

Menurutnya, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) terhitung dari 6 April sampai 29 Mei 2020 Darurat Kesehatan.

Ditambah lagi, sudah keluar peraturan Bupati (perbup) dengan tegasnya dan juga dasarnya dari surat edaran Nomor 6 Tahun 2020 yang dikeluarkan pada tanggal 6 April 2020.

“Intinya kepada masyarakat Kabupaten Sumedang, kaum muslimin muslimat, jangan gagal faham dan jangan salah arti. Jadi pemerintah bukan menghalang – halangi untuk beribadah, akan tetapi malah pemerintah itu sangat menyayangi kepada masyarakatnya, kesehatan masyarakat merupakan hukum tertinggi kalau dalam hukum positif itu,” ujarnya.

Maka dari itu, masyarakat harus ikuti pentunjuk-petunjuk dari pemerintah, mengenai panduan tentang ibadah salat Jumat, ibadah Ramadan dan ibadah Idul Fitri 1 Syawal termasuk zakat fitrah.

“Jadi intinya, kita menjalankan ibadah bulan suci Ramadan berdasarkan kententuan fiqih ibadah. Kita tidak perlu sahur on the road atau berbuka bersama, itu semua sekarang ditiadakan,”

“Juga, salat terawih, tadarus Alquran cukup dilaksanakan di rumah, peringatan Nuzulul Quran dalam bentuk takbir akbar itu ditiadakan, tidak diperbolehkan melakukan tarawih keliling, takbir keliling dan pesantren kilat. Terkecuali melalui media elektronik. Bahkan salat Idul Fitri di masjid maupun di lapangan menurut peraturan pemerintah dengan tegas mengatakan sudah ditiadakan,” ucapnya.

Begitu juga, silaturahmi atau halal bi halal hanya boleh dilakukan melalui media sosial atau video call. Selanjutnya mekanisme pengumpulan zakat infak dan sodaqoh, tetap menerapkan protokol kesehatan. Jangan sampai dalam pembagian zakat fitrah, berkumpul atau berkelompok, kreena itu dapat membahayakan dalam situasi saat ini.

“Masyarakat kalau ingin Covid-19 ini cepat hilang dari indonesia, tolong kerjasamanya. Senantiasa memperhatikan dan melaksanakan imbauan pemerintah pusat dan daerah. Termasuk untuk para ustad yang memimpin di desa-desa, tolong ikuti anjuran-anjuran dari pemerintah,”

“Jangan dulu melaksanakan salat Jumat. Kami juga rindu salat Jumat dan salat berjamaah. Tetapi untuk kondisi darurat saat ini, lebih baik jangan dilaksanakan dahulu salat di masjid itu sangat membahayakan,” tuturnya. (Cr1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

2 komentar

  1. Bahaya untuk keluar rumah,agar mencegah #covid19 lebih baik #DIRUMAHAJA dengan bermain slot online di situs QQHARIAN (bisa cari atau search di google) ya guys. Yang dimana menyediakan Berbagai Bonus baik new member maupun member setia kami. Yang jauh mendekat,Yang dekat merapat. tunggu apa lagi ? segera rapatkan barisan di QQHARIAN serta ambil bonusnya sekarang juga.

  2. Di masa pandemi corona saat ini pasti merasakan jenuh/bosan karna #dirumahaja dan ga bisa kemana-mana ? inilah solusi yang tepat untuk anda dan bisa lsg buka di google,lalu search/cari QQHARIAN guys. Karna disitu bisa usir rasa jenuh anda dgn bermain game online. lagian juga ada promo serta banyak hadiah yang Wow,tergila,tergokil,ternyala dan pastinya bukan kaleng2 guys.

News Feed