Kemenhukham Pantau Pendaftaran Geografis Sumedang

Kemenhukham Pantau Pendaftaran Geografis Sumedang

TERIMA KUNJUNGAN: Sekda Sumedang menerima kunjungan Staff Ahli Kementerian Hukum dan HAM RI dan membahas Pendaftaran Indikasi Geografis di Sumedang. (ASEP HERDIANA/JABAR EKSPRES)

PEWARTA: Asep Herdiana/Iman Nurman

SUMEDANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang H Zaenal Alimin, menerima kunjungan Staff Ahli Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, kemarin (11/8).

Kunjungan itu, dalam rangka pemantauan target kinerja Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham)Republik Indonesia terkait pendaftaran indikasi geografis di Kabupaten Sumedang tahun 2017 yang bertempat di Ruang Cakrabuana. Kunjungan sendiri dihadiri Staff Ahli Menteri Bidang Ekonomi pada Kementerian Hukum dan HAM RI beserta jajaran, para kepala SKPD, pejabat di Lingkungan Setda Kabupaten Sumedang, Pengurus Asosiasi Agribisnis Ubi Cilmbu (Asguci), pengurus Asosiasi Petani Sawo (Anisa), Pengurus Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) tembakau Sumedang, serta tamu undangan lainnya.

Sekda Sumedang H Zaenal Alimin dalam sambutannya menyampaikan visi pembangunan jangka menengah Kabupaten Sumedang. Pada tahun 2018 Sumedang Senyum Manis (Sejahtera, Nyunda, Maju, Mandiri dan Agamis) dan mengembangkan perekonomian yang berdaya saing dan berkeadilan, serta memberdayakan perekonomian dan melindungi kelompok usaha kecil dan menengah. Semua itu akan dilakukan melalui pendekatan agrobisnis dengan menekan pada upaya pemberdayaan masyarakat bidang pertanian, sehingga terus diupayakan untuk lebih mendorong aktifitas perekonomian daerah dalam rangka pembangunan berkelanjutan.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2017 tentang indikasi geografis dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang merk dan indikasi geografis untuk memberikan perlindungan dan menjamin kepastian hukum atas produk unggulan pertanian, Pemerintah Kabupaten Sumedang bersama-sama dengan beberapa asosiasi petani di Sumedang telah mengajukan permohonan pendaftaran hak kekayaan intelektual indikasi geografis.

“Melalui berbagai tahapan dan melengkapi berbagai persyaratan yang menjadi dasar diberikannya perlindungan indikasi geografis, alhamdulillah beberapa produk unggulan kami telah mendapatkan sertifikat indikasi geografis. Diantaranya ubi cilembu, sawo sukatali, tembakau mole dan tembakau hitam. Dengan adanya kegiatan ini tentunya kami menyambut baik kunjungan dari Staff Ahli Kementrian Hukum dan HAM RI serta dapat memberikan pencerahan mengenai prosedur indikasi geografis yang secara khusus bertujuan untuk memahami peran aktif kantor wilayah dalam mencapai target kinerja pendaftaran geografis di wilayah Sumedang,” ujarnya.

Staff Ahli Menteri Bidang Ekonomi Kementerian Hukum dan HAM RI Dr Asep Kurnia SH MM, menyampaikan bahwa Jawa Barat termasuk salah satu daerah yang cukup banyak mendaftarkan indikasi geografis di seluruh Indonesia. Jawa Barat mendaftarkan tujuh produk unggulan, yaitu teh java priangan, kopi arabika java priangan, beras pandan wangi Cianjur dan empat diantaranya dari Kabupaten Sumedang yakni tembakau hitam dan tembakau mole yang didaftarkan pada 25 April 2011. Begitu juga ubi cilembu didaftarkan pada 24 April 2013 dan sawo Sukatali pada 14 Desember 2016.

“Produk unggulan perlu kita lindungi dan perlu kita tingkatkan karena Jawa Barat ini sebagai penyangga Jakarta. Jika kita bisa melindungi juga bisa mengembangkan produk unggulan kita, maka ini dapat memberikan kontribusi pada perekonomian yang ada di daerahnya,” tuturnya.

Sebagai tambahan, tujuan diadakannya evaluasi pendaftaran geografis yang mana Sumedang sudah mempunyai sertifikat indikasi geografis dari Kementerian. Untuk meningkatkan perlindungan hukum dan perekonomian hukum yang ada, sehingga akhirnya dapat memantau permasalahan apa saja yang muncul setelah indikasi geografis tersebut disahkan. (her)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.