Kenaikan Harga Mencurigakan

Kenaikan Harga Mencurigakan

BERI KOMENTAR: Kepala Pusat Data dan Informasi Publik Kementerian Pertanian Suwandi (tengah) memberikan komentar terkait anomali pasar.

Peliput/Editor: IST

Telur, Daging dan Bawang Merah

PANGAN pokok Indonesia diwarnai keanehan yang biasa disebut anomali pasar. Indikasi anomali terlihat dari disparitas harga yang tinggi antara harga di petani dan di eceran (konsumen).

Kepala Pusat Data dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Suwandi mengatakan walaupun pasokan pangan surplus namun terjadi disparitas harga bawang merah, cabai, telur ayam, daging ayam, minyak goreng, jagung dan lainnya sangat tinggi berkisar 160-400 persen.
“Fenomena ini menunjukkan pasar tidak sehat, akibatnya para petani dan konsumen menanggung derita,” ujar Suwandi, Senin (25/12) lalu.

Kata Suwandi, Indonesia tengah mengalami surplus bawang merah dan berhasil ekspor komoditi tersebut pada Januari-November 2017 lalu sebesar 7.561 ton (BPS).

“Artinya tidak ada masalah di pasokan. Namun yang terjadi di pasaran ternyata harga di konsumen sangat tinggi sementara harga di petani jatuh,” jelasnya.

Dia membeberkan bila saat ini disparitas harga bawang merah hampir 400 persen. Harga bawang merah tingkat eceran pada Minggu-II Desember 2017 sebesar Rp 26.187 per kg (Sumber BPS diolah Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan). Harga rata-rata pasar di Jakarta melalui situs yang tersebar di www.infopangan.jakarta.go.id per tanggal 24 Desember 2017 disebutkan harga bawang merah Rp 26.933 per kg sementara harga di petani berkisar Rp. 7.000-9.000 perkg.

“Bahkan di Enrekang beberapa bulan lalu harga jatuh menjadi Rp 3.000. Kondisi menyedihkan karena harga di petani jatuh, tidak diperhatikan, sementara bila harga di konsumen naik sedikit saja langsung mendapat perhatian semua pihak,” ungkapnya.

Diwawancara terpisah, Kosim, petani yang tinggal di Desa Putren, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk mengatakan harga bawang merah di petani Rp 8.000-9.000 per kg dan harga di penebas untuk kualitas bagus Rp 10.000-11.000 perkg.

“Sementara biaya saprodi dan obat-obatan mencapai Rp 12.000 perkg, kondisi ini memprihatinkan pak,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Muslikhudin, Ketua Gapoktan Margo Makmur, Desa Bremi, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak mengatakan harga bawang merah di petani anjlok. Ia sebutkan saat ini di pasaran harga bawang merah kotor Rp 6.500 dan sudah bersih Rp 8.500 per kg.

“Walaupun pasokan cabai surplus namun terjadi disparitas harga cabai mencapai 180 persen. Harga rata-rata di Jakarta tanggal 24 Desember 2017 cabai rawit merah Rp 42.433 perkg dan cabai merah besar Rp 37.200 perkg,” jelasnya.

Sebagai informasi saat ini harga cabai rawit di sekitar area Lembang, Bandung Barat sekitar Rp 25 ribu per kilogram dan cabai merah besar Rp20 ribu per kilogram.

Harga Daging
Tak lagi impor, berdasarkan data yang dilansir oleh Badan Pusat Statistik (BPS) diketahui kini Indonesia sudah berhasil mengekspor daging ayam hingga 276 ton tahun 2016 ini. Meski demikian disparitas harga ayam broiler kembali terjadi di pasaran. Data BPS pada minggu kedua Desember 2017 diketahui harga daging naik 160 persen menjadi Rp 32.070 per kilogram, sementara harga di Jakarta per tanggal 24 Desember 2017 sebesar Rp 34.500 per kilogram.

Manajer Rumah Potong Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Nover mengatakan pihaknya membeli harga daging ayam seharga Rp19.000 – Rp20.000 per kilogram dari peternakan di area Serang, Jawa Barat.

“Biaya prosesing yang pasti kami keluarkan sebanyak 10 persen,” sebutnya.

Harga Telur
Tak hanya daging, harga telur juga mengalami perbedaan yang sangat mencolok. Kepala Pusat Data dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Suwandi Mengatakan Indonesia sudah berhasil mengekspor telur dibperiode Januari – November 2017 sebanyak 374 ton.

“Artinya stok juga aman kan. Namun anomali pasar kembali terjadi. Harga telur ayam di Jakarta tanggal 24 Desember 2017 sebesar Rp 26.150 per kilogram, sementara harga di peternak berkisar Rp 20.000 – 22.500 per kilogram,” jelas Suwandi.

Menurut Denny, salah satu pemasok telur untuk wilayah Jakarta, selama ini ia membeli telur dari peternak ayam petelur di Lampung dengan harga Rp 21.500-22.000 per kilogram. Harga tersebut akan ditambah dengan biaya ongkos angkutan sebesar Rp800 – Rp1.000 per kilogram.

“Kalau harga telur di peternak di Blitar, Kediri dan sekitarnya per kilogramnya Rp 20.500-22.000. Begitu juga di Magelang Rp21.500 – Rp22.000 per kilogram,” sebutnya. (rmo)

Komentar

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Hosting Unlimited Indonesia