Sumedang Ekspres

Bacaan Utama Warga Sumedang

Manager PLN UP3 Sumedang, Wahyu Ahadi Riuzi. ist/sumeks

Kenaikan Tagihan Bukan Karena Subsidi

SUMEDANGEKSPRES.COM – Manager PLN UP3 Sumedang,Wahyu Ahadi Riuzi menyebutkan, maraknya issu tagihan rekening listrik yang membengkak, bukan lantaran subsidi silang terhadap pemberian listrik gratis dan diskon 50%.

Melainkan terjadi selisih tagihan rekening di bulan sebelumnya.

“Opini ini sepenuhnya tidak benar,” kata Wahyu kepada Sumeks , Senin (1/6).

Selama pandemi Corona, PLN tertib melakukan kebijakan protokol physical distancing. Sehingga petugas catat meter tidak bisa mengunjungi pelanggan untuk melakukan pencatatan meter secara langsung .

“Untuk itu tagihan didasarkan pada perhitungan rata-rata penggunaan listrik 3 bulan terakhir (Februari, Maret, April),” ujarnya.

Ditambah, sejak bulan April, masyarakat sudah melakukan PSBB. sehingga terjadi kenaikan konsumsi listrik akibat meningkatnya aktivitas pelanggan di rumah.

“Itulah yang menyebabkan terjadinya selisih antara jumlah penggunaan riil dengan pencatatan (yang didasarkan angka rata-rata selama tiga bulan),” ungkapnya.

Selisih itu, kemudian terakumulasi ke dalam rekening bulan Mei yang ditagihkan pada rekening bulan Juni.

Bahkan PLN memastikan, tidak ada kenaikan tarif listrik sejak tahun 2017.

“Adanya peningkatan tagihan rekening listrik murni disebabkan adanya peningkatan pemakaian konsumsi tenaga listrik ditambah selisih kurang tagih rekening akibat perhitungan rata rata rekening listrik selama 3 bulan terakhir,” Wahyu menjelaskan.

Menanggapi isu dan komplen masyarakat terkait dengan adanya peningkatan tagihan rekening listrik, PLN UP3 Sumedang langsung mengambil inisiatif untuk meningkatkan layanan pengaduan masyarakat.

“Dengan membentuk posko – posko pengaduan dengan menambah petugas Front Liner di setiap Unit PLN yang ada di Kabupaten Sumedang dan Majalengka,” sebutnya.

Pihaknya berusaha maksimal mungkin, untuk menanggapi semua komplen pelanggan baik Online maupun Offline.

“Kami berharap, penjelasan terkait adanya peningkatan tagihan listrik ini bisa sampai ke seluruh pelanggan PLN. Bagi kami kepuasan pelanggan adalah yang paling utama,” katanya.

Sementara itu, PLN tetap bekerja melayani masyarakat dan menjaga listrik tetap menyala, meskipun situasi pandemic Virus Corona atau Covid19 yang masih belum berakhir dan belum bisa diprediksi kapan akan berakhir.

“Itu salah satu bentuk kepedulian PLN, terhadap situasi ini berdasarkan instruksi Presiden RI,” katanya.

PLN Memberikan stimulus listrik gratis tarif rumah tangga daya 450 VA dan diskon 50% daya 900 VA subsidi selama bulan april, mei dan juni. Selain itu PLN juga memberikan stimulus listrik gratis bagi pelanggan tarif Bisnis dan Industri daya kecil 450 VA selama 6 bulan dari bulan Mei s/d Bulan Oktober 2020. Upaya ini untuk meringankan beban masarakat kurang mampu yang terdampak Covid19. (bay)