Kerja Sama Dinas LHK dan Kodim 0610/Sumedang dalam Menangani Sampah

Kerja Sama Dinas LHK dan Kodim 0610/Sumedang dalam Menangani Sampah

SOSIALISASI: Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Pertamanan Dinas LHK Sumedang Ayuh Hidayat (kanan) dan Kasdim 0610/Sumedang Mayor Inf Anang Pramudyanto dalam sosialisasi penanganan dan pemanfaatan sampah, kemarin. (ATEP BIMO AS/SUMEKS)

Peliput/Editor: ATEP BIMO ARIO SUTEJO/SUMEKS

Cari Solusi Jitu Untuk Strategi Penanganan

Sampah, menjadi masalah yang harus ditangani secara serius di Sumedang. Berbagai instansi, dilibatkan untuk penanganannya. Seperti dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumedang, yang bekerja sama dengan Kodim 0610/Sumedang. Berikut catatannya.

ATEP BIMO AS, Kota

JIKA berbicara masalah sampah, maka akan terbayang sesuatu yang kotor dan menjijikan. Di setiap tempat, baik kota atau pun perkampungan, sampah menjadi masalah serius yang harus ditangani secara segera, tepat dan cepat.

Apabila tidak ditangani secara serius, masalah sampah akan menjadi momok yang mengerikan. Terutama bagi wilayah perkotaan, termasuk apa yang dilakukan di wilayah Kabupaten Sumedang.

Oleh karena itu, dalam upaya melakukan penanganan sampah di Sumedang Dinas LHK dengan Kodim 0610/Sumedang menggelar sosialisasi penanganan dan pemanfaatan sampah. Pelaksanaan sosialisasi dilakukan di Aula Kodim 0610 Sumedang, Selasa (16/1).

Hadir dalam kegiatan itu, para camat, kapolsek, para kepala desa, serta Bhabinkamtibmas se-Kabupaten Sumedang.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Pertamanan Dinas LHK Sumedang Ayuh Hidayat mengatakan, permasalahan sampah di Kabupaten Sumedang menjadi fokus Dinas LHK untuk terus mencari solusi dan formula yang mumpuni.

“Untuk itu, Dinas LHK terus gencar menangani permasalahan sampah dengan menggunakan basis TPA, TPS, bank sampah serta penanganan sampah di sumbernya,” kata Ayuh.

Menurutnya, penanganan sampah dengan berbagai strategi dan cara tersebut, dilakukan untuk membantu masyarakat mengatasi dampak rusaknya lingkungan akibat sampah yang masih banyak di tempat-tempat yang tidak seharusnya.

“Yang paling penting, sebagaimana kebijakan pak bupati agar tidak hanya melakukan opsi. Tapi bagaimana langkah pasca opsi,” ucapnya.

Jika hanya melakukan opsi, maka sampah akan kembali menumpuk, selang satu atau dua hari ke depan.
“Urusan sampah akan menjadi pekerjaan rumah terus-menerus, namun tidak dapat menghadirkan solusi jangka panjang,” tuturnya.
Lebih lanjut Ayuh mengatakan, Dinas LHK terus menggandeng para kepala desa, SKPD terkait, babinsa, bhabinkamtibmas serta tokoh-tokoh penggerak di masyarakat untuk terus berfikir. Terpenting, bagaimana mengembangkan mengatasi sampah dari sumbernya.

Sementara Dandim 0610/Sumedang Letkol Arm I Made Mertha Yassa melalui Kasdim Mayor Inf Anang Pramudyanto, mengapresiasi apa yang dilakukan Dinas LHK menggelar sosialisasi penanganan sampah. Masalah penanganan sampah perlu kerja sama semua pihak dan semua unsur di Kabupaten Sumedang.

“Tingkat kerusakan lingkungan menjadi salah satu faktor penting, yang menentukan tinggi rendahnya risiko bencana di suatu kawasan,” tuturnya.

Sehingga, kata dia, penerapan sistem 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) menjadi salah satu solusi dalam menjaga lingkungan sekitar yang murah. Bahkan mudah untuk dilakukan di samping mengolah sampah menjadi kompos atau memanfaatkan sampah menjadi sumber listrik (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) dan lain sebagainya.

“Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar dan penanganan sampah menjadi sesuatu yang penting. Selain itu, digelarnya sosialisasi ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah,” jelasnya. (**)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.