Keseharian Para Korban Bencana Alam yang Tinggal di Huntara, Mulai Adaptasi dengan Bercocok Tanam

Korban bencana alam di hunian sementara (Huntara), Blok Pamoyanan, Desa Sakurjaya, Kecamatan Ujungjaya, mulai beradaptasi dengan lingkungannya. Mereka mulai, melakukan aktivitas sehari-hari, seperti bercocok tanam dan kegiatan lainnya. Berikut liputannya.

UDARA panas tidak menghalangi Sumeks untuk datang ke lokasi Huntara, Minggu (30/10)

Saat itu, Sumeks ingin mengetahui keseharian dari korban bencana alam di Huntara Blok Pamoyanan, Desa Sakurjaya, Kecamatan Ujungjaya, setelah sekian lama mereka tinggal.

Pantauan Sumeks, para penghuni Huntara nampak mulai asyik dengan kegiatannya masing-masing. Seperti kegiatan sehari-hari mereka di kampung halamannya, Sumedang Selatan.

Terlihat, anak-anak bermain di tanah lapang dan jalan, serta ibu-ibu mencuci hingga menjemur pakaian di halaman rumah mereka. Tampak pula, kaum pria mulai beraktivitas di sekitar hunian mereka.

Kehadiran Sumeks disambut hangat warga Huntara. Saat itu pun, Koordinator Huntara, Dede Rahmat menyapa dan langsung berbincang. Menurutnya, para korban bencana alam yang tinggal di Huntara mulai beradaptasi dengan lingkungannya.

“Ada yang masih menata lokasi rumah, dan ada yang sibuk dengan kegiatan seperti membersihkan lingkungan dan membuat taman,” ujar Dede.

Dede mengungkapkan, diantara para korban bencana, sudah ada yang memulai beraktivitas sebagai petani. Seperti bercocok tanam, membuka lahan di sekitar Huntara dengan memanfaatkan lahan tidur seperti yang menanam cabai, kangkung, ataupun tanaman tahunan. Dan, ada yang berencana beternak lele.

“Namun sekarang ini, semua itu masih terkendala dengan ketersediaan benih dan peralatan pertanian. Padahal kemauan warga cukup kuat untuk bercocok tanam,” tandasnya.

Rencana ke depan, para korban akan membentuk kelompok tani, dan warga juga telah siap menerima bantuan benih ataupun peralatan lainnya. “Seperti beberapa bantuan datang berupa benih-benih mangga, cabai, terong, dan lainnya. Semua itu, untuk ditanam di halaman rumah mereka,” urainya.

Terkait pemasaran hasil taninya, Dede mengakui, warga sekitar Huntara dan Kecamatan Ujungjaya, siap membantu. “Nantinya hasil tani tinggal dikumpulkan, dan siap dipasarkan oleh mereka ke daerah-daerah yang memerlukan,” terangnya.

Disebutkan Dede, dari sisi fasilitas warga Huntara, sementara ini cukup terjamin. Mulai dari kebutuhan pokok, air ataupun kebutuhan lainnya. Namun sekarang ini, warga masih ada yang mengeluhkan sisi finansial.

“Mereka masih kekurangan dari sisi keuangan. Warga masih kurang semangat karena tidak adanya uang dan masih berharap uluran tangan dari berbagai pihak,” harapnya.

Namun secara umum, warga sudah mulai betah tinggal di Huntara. Mereka mengharapkan Huntara menjadi hunian tetap. “Berbagai aktivitas sudah mulai dilakukan oleh warga. Hal itu dilakukan untuk kembali menyempurnakan kehidupan sosial mereka, paska terkena bencana alam,” tutupnya. (**)

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.