Ketua PGRI: Kita Perjuangkan Semua Sukwan

Ketua PGRI: Kita Perjuangkan Semua Sukwan

H Dedi Suhayat Ketua PGRI Kabupaten Sumedang. (ASEP NURDIN/SUMEKS)

PEWARTA: ASEP NURDIN/SUMEKS

KOTA – Menyikapi pernyataan Ketua Komisi A DPRD Sumedang Jajang Heryana, yang menyebutkan pihaknya hanya mengakomodir tenaga honorer K2, Ketua PGRI Kabupaten Sumedang H Dedi Suhayat, pun angkat bicara.

“Kita, PGRI tidak mengurus masalah K2 atau non K2. Semua guru sukwan dan tenaga kependidikan harus mendapatkan SK Penugasan,” katanya kepada Sumeks, kemarin (24/1).

Menurutnya, pembagian SK Penugasan merupakan salah satu bentuk penghargaan dari bupati untuk peningkatan kesejahteraan tenaga honorer.

“Sebab salah satu Undang Undang Permendikdas menyebutkan, upah kepada tenaga honorer sudah ada anggarannya,” sebut Dedi.
Sedangkan SK Penugasan yang diberikan kepada 3.999 itu, kata Dedi, merupakan aplikasi dari Permendikdas tersebut.

“Moal bisa dipermaenkeun jumlah mah. (Tidak bisa dipermainkan jumlah),” tegasnya.
Disebutkan, jumlah tersebut sudah terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik). “Tidak mungkin ada honorer siluman,” tegasnya lagi.

Yang jelas, pihaknya mengusulkan data tenaga honorer ke Dapodik sebanyak 3.999 dengan berbagai pertimbangan.

“Mereka (honorer) yang kita usulkan ke Dapodik, yakni yang sudah mengajar dari Tahun 2016 ke bawah,” terangnya.

Selain memiliki penghargaan, lanjut Dedi, yang mendapatkan SK Penugasan, berhak mendapatkan upah yang dikucurkan dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Tidak ada K2 tidak ada apa, kan ini bukan untuk PNS,” tukasnya. (nur)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.