Kinerja Tambahan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Tahun Politik

Kinerja Tambahan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Tahun Politik

TERTIBKAN: Puluhan anggota Satpol PP Sumedang tertibkan puluhan spanduk calon bupati/gubernur yang bertebaran di sepanjang Jalan Raya Bandung-Garut kawasan Cimanggung, kemarin. (ENGKOS KOSWARA/SUMEKS)

PEWARTA: ENGKOS KOSWARA/SUMEKS

Tertibkan Spanduk Melanggar Termasuk Baliho Bapaslon Kada Asal Pasang

Mendekati pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2018, kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bertambah. Sebab, sekarang ini mulai betrambahnya pemasangan spanduk, baloho maupun banner yang dipasang secara asal atau melanggar. Seperti dilakukan di Jalan Raya Bandung-Garut kawasan Cimanggung.

ENGKOS KOSWARA, Cimanggung
DALAM hitungan bulan, pilkada serentak 2018 akan digelar. Para bakal pasangan calon (bapaslon), pun sudah mendaftarkan diri
mereka. Baik itu untuk pemilihan gubernur/wakil gubernur dan bupati/wakil bupati.

Meski pelaksanaanya baru akan dilaksanakan pada 27 Juni nanti, namun nampaknya setiap bakal pasangan sudah mengenalkan diri langsung kepada masyarakat. Termasuk di Jawa Barat dan Kabupaten Sumedang.

Di samping datang langsung ke masyarakat, mengenalkan diri melalui baliho ataupun spanduk maupun banner juga dilakukan. Hal ini, pun sudah ada yang melakukannya dari jauh-jauh hari sebelum mendaftar untuk mengikuti pilkada serentak.

Dan spanduk dan banner bergambar salah satu pasangan bakal calon gubernur maupun bupati itu, sering kali ditemukan di pinggir jalan. Salah satunya terjadi di setiap sudut Jalan Raya Bandung-Garut. Spanduk dan baliho yang melanggar aturan di sepanjang protokol ini, pun akhirnya ditertibkan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang.

Penertiban ini dilakukan, karena pemasang tersebut banyak melanggar aturan. Di antaranya dipaku di pohon, menghalangi jarak pandang, serta pemasang di tempat umum yang tidak diperbolehkan. Benner atau pun spanduk yang dianggap melanggar langsung dibersihkan petugas, karena dianggap melanggar. Meski pun yang diamankan itu, spanduk bakan calon bupati maupun gubernur.

Kepala Satpol PP Kabupupaten Sumedang Drs H Asep Sudrajat mengatakan, bila jalan protokol seperti Jalan Raya Bandung-Garut harus steril dari baliho dan spanduk.

“Baliho di sepanjang jalan protokol akan dicabut semua dan sudah kita lakukan penertiban secara bertahap. Sebagian besar itu sudah kita cabut, namun jika masih ada, Insya Allah nanti akan kami bersihkan,” katanya.

Meski begitu, penertiban dilakukan bukan spanduk para calon kepala daerah saja. Tetapi semua spanduk lainnya yang dianggap melanggar.

Terkait banyaknya calon yang memasang di jalan yang tidak diperbolehkan, itu kewenangan memberikan izin bukan pada instansi Satpol PP. “Satpol PP tugasnya sebagai penegak perda, itu menertibkan baliho yang ada. Keberadaan spanduk tersebut tidak jarang menyalahi aturan yang berlaku, dan juga tidak jarang membuat kumuh pemandangan. Kalau di jalan protokol yang dipasang di pohon dan dipaku, ya kita cabut. Tapi Satpol PP tetap menertibkan semua yang melanggar aturan termasuk baliho calon,” ucapnya.

Pihaknya pun, dalam waktu dekat akan kembali melakukan tindakan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Ya nanti akan ditertibkan lagi, mudah-mudahan minggu depan giatnya. Untuk wilayah kecamatan, akan dilakukan oleh Satpol PP kecamatan,” pungkasnya. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.