Kiprah Ponpes Al Hilamussalafiyah Tangani Masalah Sampah

Kiprah Ponpes Al Hilamussalafiyah Tangani Masalah Sampah

PELATIHAN: Beberapa santri Ponpes Al Hikamussalafiyah saat mengikuti latihan pengelolaan sampah dari LPBI, belum lama ini.(IST)

Peliput/Editor: Atep Bimo/Usep Adiwihanda

**Gandeng LPBI, Gelar Pelatihan Pesantren Hijau

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan pelatihan pesantren hijau, manajemen bank sampah dan pengelolaan sampah di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Sukamantri Tanjungkerta. Pelatihan dilakukan ke ratusan santri di Ponpes itu. Berikut liputannya.

ATEP BIMO ARIO S, Tanjungkerta.

SAMPAH menjadi masalah krusial dalam kehidupan. Begitu pula yang terjadi di Pondok Pesantren Al Hikamussalafiyah Desa Sukamantri Kecamatan Tanjungkerta.

Atas dasar itu, Selasa (16/5) lalu Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memberikan pelatihan pesantren hijau, manajemen bank sampah dan pengelolaan sampah di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah tersebut.

Rombongan LPBI PBNU yang datang ke Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah berjumlah lima orang. Mereka terdiri dari  Kepala Sekretariatan LPBI, Ai Rosita, Wakil Ketua LPBI, Yusuf Dullah, anggota tanggap darurat LPBI, Ersuwanda, anggota perubahan iklim LPBI, M Lukman dan anggota tanggap darurat LPBI, Binti Soleha.

Lurah Santri Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah, Dede Rohmat Apandi mengatakan hal yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah jumlah sampah yang ada di sekitar pesantren saat ini semakin banyak. Sementara ini, kata dia, belum ada solusi yang tepat bagaimana cara pengelolaan sampah itu sendiri.

“Seiring dengan berjalannya waktu, santri Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah saat ini semakin banyak. Sekitar 700 santri setiap hari mengonsumsi makanan yang berpotensi menyisakan sampah. Sampah ini manjadi masalah utama di pesantren dan sampai sekarang belum ada solusi yang tepat untuk menyelesaikannya,” kata Dede seusai kegiatan, kemarin.

Dikatakan Dede, solusi saat ini yang dilakukan yaitu semua jenis sampah dikumpulkan disuatu tempat dan di bakar. Ketika sampah dibakar, sambungnya, asap yang dikeluarkannya memunculkan masalah baru.

“Saya yakin jika sampah-sampah tersebut dimanfaatkan dengan baik bisa dijadikan sebuah produk yang lebih bermanfaat. Mudah-mudahan pelatihan ini bisa menjadi solusi yang tepat. Sampah uang asalnya selalu jadi masalah bisa membawa berkah,” tukas Dede.

Terpisah, perwakilan dari LPBI PBNU, M Lukman mengatakan tujuan mereka datang ke pesantren-pesantren untuk melatih santri-santrinya mengolah sampah menjadi barang yang bermanfaat. Terangnya, para santri dilatih membuat bros, kerajinan, membuat tempat duduk, membuat meja untuk mengaji, membuat pupuk kompos, dan lain-lain. Semuanya bahan dasar yang digunakan dari sampah yang berada di pesantren.

“Kami berharap, Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah menjadi contoh pesantren-pesantren lain yang ada di Sumedang dalam hal mengelola sampah,” ujarnya. 

Selain itu, Lukman juga berharap  manajemen bank sampahdi Ponpes Al Hikamussalafiyah juga berjalan dengan baik. 

“Jika produk-produk hasil dari pengolahan sampahnya sudah layak jual, LPBI LBNU siap menampung hasilnya,” tandasnya. (**)

Komentar

2 Responses to "Kiprah Ponpes Al Hilamussalafiyah Tangani Masalah Sampah"

  1. salikun  29 Oktober 2017 at 2:45 PM

    masalah sampah teratasi seratus percen : teknologitpa.blogspot.com

    Balas
  2. salikun  19 Desember 2017 at 11:16 AM

    persoalan sampah teratasi seratus percen dipersilahkab buka di teknologitpa.blogspot.com

    Balas

Leave a Reply

Your email address will not be published.