oleh

KKN Unpad Angkat Potensi Sindulang

CIMANGGUNG – Mahasiswa KKN Unpad, menggelar Lokakarya Akhir KKN Tematik Kewirausahaan Unpad 2020, dengan Tema ‘Harta Desaku yang Tertunda” di Desa Sindulang Kecamatan Cimanggung, kemarin.

Acara yang bertemakan “Harta Desaku yang Tertunda” ini, dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, seperti kepala Desa Sindulang, sekretaris Desa Sindulang, para ketua RW, ibu-ibu kader, karang taruna, serta masyarakat Desa Sindulang.

“Kegiatan KKN Unpad yang bertemakan Kewirausahaan tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat desa untuk mengembangkan kegiatan usaha yang berdasar pada potensi yang dimilikinya. Desa Sindulang dengan segala kekayaan alam dan budayanya sangat berpotensi untuk dikembangkan dalam sektor pariwisata,” kata Hestu, perwakilan mahasiswa KKN Unpad.

Mahasiswa KKN Unpad bersama dengan karang taruna dan tokoh masyarakat yang sadar akan potensi wisata Desa Sindulang, kata dia, menginisiasi untuk dibentuk Komunitas Sadar Wisata Sindulang (KSWS).

Menurut Hestu, Lokakarya ini diadakan sebagai ajang pelaporan kegiatan-kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh mahasiswa, penyerahan berkas AD/ART KSWS kepada kepala Desa Sindulang, serta penampilan dari beberapa potensi yang dimiliki oleh desa.

“Terdapat pertunjukan pencak silat sebagai pembuka acara lokakarya, kesenian musik karinding, pameran hasil karya produk kesenian dan produk makanan serta hiburan berupa video dokumenter dan musik akustik. Pencak silat dibawakan oleh anak-anak desa Sindulang yang tergabung dalam komunitas pencak silat Panca Tunggal Jati yang aktif di Desa Sindulang,” katanya.

Kesenian musik karinding dan musik akustik dibawakan oleh para pemuda karang taruna RW 05 dan RW 06. Kesenian karinding selain membawakan musiknya juga memamerkan beberapa hasil seni ukir berupa gelas bambu, cerutu, lukisan tangan, kaus dengan desain motif hasil tangan pengrajin, dan alat musik tradisional yang dibuat secara konvesional oleh pengrajin mereka sendiri.

“Adapun konsumsi yang disediakan pada acara ini merupakan makanan hasil produk lokal masyarakat desa yang berupa kerupuk guci, kerupuk jempol, kerupuk rangining, kerupuk kecimpring, kopi sindulang yang dipadukan dengan gula aren dan minuman lemon hasil pertanian Kampung Cigumentong,” katanya.

Kampung Cigumentong yang ada di pinggiran Desa Sindulang merupakan daerah kampung adat yang sudah lama menjadi salah satu destinasi wisata namun berlum terlalu tersebarluaskan. “Lokakarya ini sekaligus merupakan salah satu usaha yang dilakukan oleh mahasiswa dan KSWS sebagai langkah awal dari pengembangan desa wisata Sindulang. Harapan sangat besar dari kami mahasiswa semoga langkah ini mendapat dukungan dari berbagai pihak sehingga menjadi kegiatan yang bermanfaat dan berkelanjutan,” tandasnya. (imn/rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed