Komisi 3 Sorot Fenomena Anak Punk

Komisi 3 Sorot Fenomena Anak Punk

LAKUKAN PEMBINAAN: Plt Kadis Sosial san P3A Kabupaten Sumedang Asep Tatang Sujana saat memberikan pembinaan kepada para anak punk, belum lama ini.(ISTIMEWA)

PEWARTA: ATEP BIMO AS/SUMEKS

KOTA – Maraknya keberadaan anak jalanan (punk) di wilayah Kabupaten Sumedang menimbulkan berbagai tangggapan di kalangan tokoh masyarakat. Termasuk dari Komisi 3 DPRD Sumedang.

Dikatakan Ketua Komisi 3 DPRD Sumedang dr Iwan Nugraha, dengan keberadaan anak jalanan di Sumedang membuat pihaknya merasa miris. Terutama, terhadap dampak bagi lingkungan dari sisi ketertiban umum dan potensi kerawanan sosial lainnya.

“Tidak hanya itu, kami miris karena fenomena ini terjadi cukup massive hampir di semua daerah kita,” ujar Iwan saat berbincang dengan Sumeks di kantornya, Rabu (13/3).

Iwan menuturkan, fenomena anak-anak punk yang berasal dari luar daerah dan berkeliaran di jalan sekarang ini harus ditelisik lebih jauh. Sebenarnya fenomena apa ini?

”Tetapi, untuk sementara cukuplah melakukan antisipasi dampak dari fenomena ini,” tandasnya.

Kata Iwan, Pemkab Sumedang sebenarnya sudah memiliki Perda penyelenggaraan ketertiban umum. Perda itu harus dijalankan dan dijadikan acuan. “Perda itu yang harus jadi acuan kita untuk menindaklanjuti keberadaan anak anak punk,” tukasnya.

Iwan mengatakan, mereka yang berkeliaran di jalanan tanpa pekerjaan yang jelas. Bahkan, mungkin tanpa identitas yang tidak jelas bisa dikategorikan sebagai gelandangan.

”Tertibkan saja oleh Pol PP dan bersinergi dengan Dinas Sosial untuk follow upnya,” tukasnya. (atp)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.