oleh

Komisi II, Dorong Pemda Bantu PKL

SUMEDANGEKSPRES.COM – Wabah virus Korona yang melanda Indonesia, membuat para pedagang kecil dan warga miskin baru (misbar) kewalahan dalam menghadapi pandemik korona ini. Terutama dalam hal pendapatan mereka sehari hari yang harus kandas.

“Ya dengan adanya Korona ini, para pendapatan mereka terhambat. Mereka tak bisa dagang dan sulit mencari penghasilan. Makanya kami dorong para Misbar diluar PKH ini untuk mendapatkan bantuan minimal Rp500/KK,” kata Anggota Komisi II, Warson Mawardi kepada wartawan usai reses, kemarin.

Warson menambahkan, jaringan bantuan sosial untuk misbar diluar bantuan PKH, memang sudah dibicarakan dengan Pemkab Sumedang. Sebab, dengan adanya virus korona itu, masyarakat berpenghasilan rendah atau pekerja harian akan putus mata pencahariannya. Selama social distancing, mereka (warga) membutuhkan bantuan untuk kehidupan sehari-hari.

“Penerima PKH rata-rata mendapatkan Rp200rb/KK per bukan. Kalau jumlah desa 273 dirata ratakan 400 KK per desa berapa total yang harus dikeluarkan Pemkab. Sekarang akan kaminusulkan disamakan dengan penerima misbar baru menjadi Rp 500 ribu per bulan,” katanya.

Tak hanya masalah bantuan untuk korban Korona, mantan Ketua Apdesi Kabupaten Sumedang ini menyoroti nasib tenaga medis di Kabupaten Sumedang yang minim alat pelindung diri (APD). Juga soal rapid tes yang diduga akan meningkat jumlahnya.

“Pemerintah sekarang harus mewaspadai hasil swab dan hasil rapid test itu. Karena jumlahnya semakin meningkat. Yang harus diantisipasi, kami sepakat dari awal bahwa pemudik jangan dulu mudik. Gugus depan desa harus proaktif terhadap masyarakat yang mudik karena itu peluang penularan korona,” katanya.

Seperti diketahui, agenda reses Warson hari Jumat (3/4) digelar di Desa Jatimukti Kecamatan Jatinangor dengan membagikan cairan disinfektan dan hand sanitizer kepada masyarakat Desa Jatimukti. Kemudian hari Sabtu (4/4) Warson memberikan bantuan kepada ratusan korban banjir di Desa Sukadana Kecamatan Cimanggung.

“Ya, korban banjir di Kecamatan Cimanggung pun harus tetap diperhatikan jangan terlena Korona. Karena, mereka dihantui Korona juga musibah banjir. Makanya kami bantu alakadarnya dengan memberikan sembako,” katanya.

Menurut Warson, banjir Cimanggung terjadi karena luapan Sungai Citarik di Desa Sindangpakuon dan Sungai Cimande Desa Sukadana. Banyak aliran sungai yang harus dinormalisasi karena sudah dangkal.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan Pemkab Bandung karena posisi jembatan yang ada di Jalan Bandung Garut sudah pendek, jadi harus dinaikkan lagi posisi jembatannya,” tandasnya. (imn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed