oleh

Komunitas Motor Trail Leopard, Bantu Korban Kebakaran

SUMEDANG – Komunitas motor trail Leopard IPDN siap membantu pembangunan rumah korban kebakaran milik Atang (70) di Kampung Sukajadi RT 05 RW 03 Desa Cibeusi Kecamatan Jatinangor.

Rumah Atang yang berukuran 4 x 6 meter itu terbakar karena korlseting listrik pada Minggu (3/11) sekira pukul 15.30. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, hanya saja rumahnya luluh lantah dilalap si Jago Merah.

“Kejadiaannya Minggu (3/11) diduga karena korlseting listrik karena hujan jadi kabel terbuka. Sehingga ada percikan api dan langsung merembet ke rumah,” katanya kepada Sumeks, kemarin.

Ironisnya, sejak kebakaran belum pernah ada bantuan dari pihak pemerintah. Meskipun ada yang memantau dan memfoto rumahnya. Padahal, kata dia rumahnya sudah berusia 80 tahun. Dan untuk memperbaikinya tidak sanggup karena bekerja serabutan.

“Saya tinggal sendiri, karena anak anak sudah menikah dan punya rumah masing masing. Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari saya bekerja sebagai pengepul rongsokan,” katanya.

Dirinya sangat berterimakasih sekali kepada H Adam Ismail dari Komunitas Leopard yang telah membantu perbaikan rumahnya. Sangat jarang, kata dia, seorang pejabat Senior yang peduli terhadap lingkungan.

Sementara itu, Ketua Leopard H Adam Ismail mengaku siap membantu perbaikan rumah Atang dari awal sampai akhir. Dirinya mengaku prihatin dengan kondisi rumah Atang yang sudah lapuk dimakan usia. Juga terkena bencana kebakaran.

“Kami dari kelompok motor trail siap membantu pembangunan rumah dari awal sampai akhir. Sekarang tahapannya baru pada pendataan barang barang apa saja yang diperlukan, untuk selanjutnya akan dibangun secara gotong royong,” katanya.

Ketua RW 03 Usup mengatakan rumah Atang tidak terkoper bantuan rutilahu baik dari Pemprov maupun Dinas Permukiman. Sebab tidak masuk persyaratan. Untuk mendapatkan program Rutilahu atau Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) minimal satu rumah dihuni 3 anggota keluarga. Sedangkan Atang tinggal di rumah itu hanya seorang diri.

“Karena tidak masuk program Kutaku, kemudian oleh desa dianggarkan ke dana desa. Namun sampai sekarang belum ada realisasinya. Alhamdulillah kami apresiasi kepada pa H Adam Ismail yang telah membantu pembangunan rumah korban,” tandasnya. (imn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed