Kopi Cimarga Destinasi Baru Cisitu

Kopi Cimarga Destinasi Baru Cisitu

NET/ILUSTRASI SIAP PANEN: Kompi asal Rancakalong Kabupaten Sumedang cukup banyak dilirik pecinta kopi di Jawa Barat.(HERI PURNAMA/SUMEKS)

PEWARTA: HERI PURNAMA/SUMEKS

SUMEDANG – Wilayah Desa Cimarga Kecamatan Cisitu merupakan daerah terpencil yang jauh dari perkotaan. Namun kesuburan tanahnya yang cocok ditanami kopi menjadi peluang bagi masyarakat desa tersebut.

Sebab, tanaman kopi berpotensi besar untuk bisa mendongkrak perekonomian masyarakat. Salah satu desa yang ada di Kecamatan Cisitu, Desa Cimarga menyimpan potensi yang bisa mendongkrak perekonomian masyarakatnya.

Camat Cisitu, Arry Kusnadi, menyebutkan, wilayah pegunungan yang cocok untuk ditanami kopi, menjadi salah satu celah dimana masyarakatnya bisa sejahtera dengan mengelola kopi tersebut.

“Di Desa Cimarga saat ini memang sudah banyak tanaman kopi, tapi sayang belum bisa menggenjot perekonomian masyarakatnya,”katanya saat di wawancarai kemarin, (1/8).

Dalam hal ini, pihak kecamatan akan terus mendorong para petani kopi agar lebih giat lagi mengelolanya. Meski diketahui warga saat ini hanya sebatas menjual kopi dengan harga yang minim.

“Saat ini masih perlu banyak dukungan dari berbagai pihak agar pengelolaannya bisa lebih maksimal lagi dan harga jualnya lebih tinggi,” kata dia.

Apalagi, desa tersebut juga sering dijadikan tempat wisata oleh para wisatawan, baik itu wisata alam maupun wisata religinya. Sebab di desa tersebut ada situs yang mempunyai sejarah dan banyak dikunjungi masyarakat dari luar daerah.

“Sebenarnya, potensinya itu sudah didukung oleh adanya wisata religi sebuah situs yang mengandung sejarah. Belum lagi panorama alam yang masih asli. Bahkan saat ini juga sering ada wisatawan yang membeli kopi bubuk hasil olahan warga setempat dengan menggunakan alat tradisional,” katanya.

Pada intinya, langkah awal warga harus bisa menjalin kerjasama dengan pihak perhutani untuk pengelolaannya. Sebab di lokasi tersebut banyak tanah milik perhutani.

“Kerjasama dengan perhutani juga harus dijalin agar bisa dikolaborasikan,” ucapnya. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.