Korban Tak Puas, Pelaku Pembacokan Hanya Divonis 10 Bulan

JATINANGOR – Keluarga korban pembacokan aktivis anti korupsi, Sitam Rasyid mengaku tak puas atas hasil putusan Pengadilan Negeri Sumedang yang memvonis pelaku pembancokan 10 bulan penjara.

Apalagi sebut dia, pasal yang disangkakan pada pelaku berlapis mulai dari pasal 55, 56, 170 dan 351 dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Ketidak puasan Sitam, dia mengaku khawatir jika pelaku malah akan mengulangi perbuatannya.

Selain itu dirinya sebagai korban menduga, kasus ini cacat hukum karena vonis tersangka lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yakni satu tahun penjara.

”Saya adalah korban pembacokan/ penganiayaan yang nyaris tewas disabet senjata tajam, yang dilakukan di rumah dan pada siang hari. Ini jelas kejahatan besar dan terencana. Namun kenapa vonis pelaku lebih ringan,” kata Sitam Rasyid dalam siaran pers diterima redaksi.

Ketua LSM Forrbeka itu menambahkan seharusnya pelaku divonis lebih lama. Sebab sesuai pasal yang dilanggar adalah 9 tahun kurungan. ”Jaksa penuntut umum juga hanya menuntut 1 tahun penjara, vonis Hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa 10 bulan penjara. Jelas keluarga korban tidak puas karena korban luka parah dan dan cacat permanen,” katanya.

Karena ketidak puasan itu, lanjut Sitam, keluarga korban berencana akan mengadukan masalah ini ke komisi Kejaksaan dan Mahkamah Agung serta ke Komnas HAM. “Rencana Kamis 11 April 2019 Forrbeka akan mendatangi kantor Kejari, Komisi A, DPRD serta ke Pengadilan Negeri Sumedang dan Kapolres Sumedang untuk protes kasus ini sangat lamban prosesnya sampai dua tahun lebih,” katanya.

Sitam pun mempertanyakan kenapa aktor intelektualnya tidak ditahan, padahal jelas jelas pelaku disuruh aktor intelektual. “keluarga korban merasa heran padahal aktornya sudah menjadi tersangka,” tandasnya. (rls/imn)

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.