Korban Terus Bertambah

Peliput/Editor: ENGKOS KOSWARA/SUMEKS

Korban Terus Bertambah

HASIL RAZIA: Dalam seminggu terakhir jajaran Polsek Cimanggung mengamankan hampir 500 botol miras berbagai jenis. (ENGKOS KOSWARA/SUMEKS)

Polsek Cimanggung Sita 500 Miras

IMANGGUNG – Ratusan botol minuman keras (miras) berbagai jenis, kembali diamankan jajaran Polsek Cimanggung. Hal ini, sebagai antisipasi jatuhnya korban jiwa tambahan akibat menenggak miras oplosan.

“Dalam seminggu terakhir ini, kami mengamankan hampir 500 botol miras berbagai jenis. Itu sebagai antisipasi, karena gara-gara miras di wilayah lain yang berdekatan sudah memakan korban jiwa akibat miras. Makanya, kita sebelum terjadi yang tidak diharapkan mengambil langkah tegas berantas miras,” terang Kapolsek Cimanggung Kompol Kuswanto SH kepada Sumeks, kemarin (10/4).

Sementara itu di Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung, korban keracunan minuman keras oplosan terus berjatuhan. Data yang masuk hingga kemarin, korban yang tercatat di RS AMC Cileunyi Kabupaten Bandung sebanyak 21 orang, sedangkan yang meninggal 7 orang.

Di RSUD Majalaya masuk 26 orang yang meninggal tiga orang dan di RSUD Cicalengka masuk 94 orang yang meninggal 31 orang. Total korban di tiga rumah sakit sebanyak 141 orang dan yang meninggal total 41.

“Data korban miras oplosan mulai masuk rumah sakit pada Kamis (5/4) malam lalu. Rata-rata korban mengalami mual dan muntah-muntah setelah mengkonsumsi miras oplosan,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung dr Ahmad Kustidjadi kepada wartawan.
Menurutnya, data korban ada penambahan dan data terakhir mencapai 195 orang yang masuk di tiga rumah sakit itu. Namun data yang meninggal masih tercatat 41 orang dari tiga rumah sakit.

Pemda Kabupaten Bandung, menetapkan kejadian ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), dan semua pembiayaan di tanggung pemerintah.
Sementara itu Kasatpol PP Kabupaten Bandung Usman Sayogi, mengaku sulitnya pemberantasan miras di beberapa wilayah, diduga karena para pedagang di bekingi oknum masyarakat.

Sebab selama ini, jarang menyampaikan informasi adanya penjualan miras di wilayahnya. Masyarakat seharusnya memberitahaukan kepada petugas, jika di wilayahnya ada warung yang diduga menjual miras.

“Hampir di setiap kecamatan, Satpol PP melakukan razia miras. Namun para pedagang tidak kapok dan selalu menyediakan, padahal sudah dilakukan razia. Itu karena warung miras tersebut ada oknum masyarakat yang membekinginya,” tuturnya. (kos)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.