oleh

KTR Larang Promosi Rokok, Kok Ini Bisa?

KOTA – Penerapan Peraturan Daerah (Perda) No. 17 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok, nyatanya masih lemah. Pasalnya, hingga kini masin banyak ditemukan pelanggaran yang dilakukan namun tidak dilakukan penindakan. Hal ini, pun mendapat sorotan tajam masyarakat, terutama yang mengharapkan adanya ruang bebas asap rokok.

“Perda sudah ada, kami apresiasi. Namun sayang, penegakkannya tidak ada. Lihat saja, di Alun-alun Sumedang yang notabene kawasan tempat umum atau ruang terbuka hijau, sekaligus tempat anak bermain serta masuk kawasan tempat ibadah Masjid Agung, nyatanya malah dijadikan lokasi even yang disponsori produk rokok, ada promosi juga bahkan jual beli rokok,” keluh Irwan, seorang warga Sumedang yang rutin berolahraga di Alun-alun Sumedang, kemarin.

Menanggapi persoalan ini, Anggota DPRD Kabupaten Sumedang Dudi Supardi menegaskan, penegak Perda harus bersikap tegas menegakkan aturan. “Memang ada punishment-nya untuk yang melanggar. Dan, itu jelas ada aturannya. Dan yang memberi penegasan itu, harusnya Satpol PP, sebagai penegak Perda di Kabupaten Sumedang,” ujarnya.

Sementara itu, merujuk website http://www.setda.sumedangkab.go.id, saat sosialisasi Perda tersebut, di Gedung Negara pada Senin (30/3/2015) silam, Wakil Bupati H Eka Setiawan dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Pembangunan H Dede Hermasyah, menegaskan, Kawasan Tanpa Rokok (KTR) adalah ruangan atau arena yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan produksi, penjualan, promosi, ataupun penggunaan rokok.

“Ada beberapa kawasan yang harus terbebas dari rokok, seperti fasilitas pelayanan kesehatan, tempat belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum. “Di sejumlah kawasan ini, dinyatakan dilarang untuk kegiatan produksi, penjualan, promosi, ataupun penggunaan rokok,” tegasnya. (bay)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed