oleh

Kunjungan Kerja Perseorangan Anggota DPR RI Maruarar Sirait Sip

**Komitmen Majukan Seni di Sumedang

JATINANGOR – Taman Loji salah satu taman dengan gaya arsitektur kebangkitan Gothik yang berada di Kecamatan Jatinangor, mendadak meriah pada Minggu (28/1) kemarin. Di lokasi eks perkebunan karet yang sekarang jadi kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) itu, anggota DPR RI Maruarar Sirait dalam Kunjungan Kerja Perseorangan, selain menyerap aspirasi masyarakat juga melakukan pemberdayaan ekonomi para seniman.

Setidaknya menurut Maruarar, dalam pagelaran kemarin ada lima kelompok seni yang ditampilkan. Yakni Motekar dari Desa Mekargalih Kecamatan Jatinangor, Putra Pasuka Kayang dari Kecamatan Sukasari, Putra Medal Jaya Kecamatan Pamulihan, Mekar Panggugah dari Mekar Galih Jatinangor dan Kelompok Kesenian Mekar Saluyu.
“Memang komitmen saya memajukan seni budaya dan anak muda di Sumedang secara sungguh sungguh dan masif,” kata Maruarar Sirait saat memberikan keterangan pers, kemarin.

Dia pun memberikan apresiasi pada Perkumpulan Komunitas Budaya Sukmajati yang terus intens melakukan pagelaran beragam kesenian. Setidaknya, hingga saat ini di perkumpulan tersebut sudah terdaftar 132 kelompok seni.

”Saya pikir ini organisasi yang berkualitas, punya dasar hukum yang jelas dan tujuannya juga jelas. Dan memang semua kegiatan itu sebaiknya diorganisir dengan baik hingga terakhir dan pada waktunya kesenian di Sumedang yang merupakan puseur budaya Sunda itu betul betul makin maju,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Sebagai anggota DPR RI, dirinya akan mendukung setiap kegiatan yang diselenggarakan masyarakat. Bahkan kedepannya, dia berharap ada pengelelolaan event event yang berjenjang dan berkualitas. Selain menampilkan kesenian, juga ada kuliner-kuliner khas Sumedang. Dirinya berharap, selain para pengusaha mikronya dapat maju, keseniannya juga dapat maju jika di menej dengan baik.

“Kita ingin memajukan dengan sungguh sungguh, karena memang persaingan makin ketat, tentu Sumedang harus bebenah. Harus bisa menarik wisatawan datang ke Sumedang ini, dan menurut saya salah satu daya tariknya adalah melalu kuliner dan kesenian,” tandasnya.

Sementara itu saat beraudensi dengan para seniman Sumedang, rata-rata dari para seniman itu selain kekurangan jam terbang, pentas juga masih minim peralatan yang mereka miliki. Menanggapi hal itu dirinya berharap DPRD Sumedang dapat memasilitasinya.

“Harus betul-betul ada anggaran untuk kesenian itu secara kuantitatif ditingkatan, sedang program-programnya bisa memberdayakan sistem kesenian secara utuh sehingga para seniman dapat sejahtera,” ungkapnya.
Ketua DPRD Sumedang Irwansyah Putra yang turut hadir dalam acara tersebut, turut mengapresiasi berbagai pagelaran kesenian. Apalagi sebut dia, Sumedang sebagai Puseur Budaya Sunda. Sementara terkait minimnya anggaran, memang diakui pihaknya.

”Memang tadi saya sudah sampaikan karena kita ada keterbatasan di masalah anggaran yang kita miliki oleh lembaga DPRD juga pemerintah daerah. Bukan berarti kita mengabaikan, tapi memang ke depan harapan kita ini salah satu sumber PAD di Kabupaten Sumedang dengan cara menampilkan seni dan budaya yang ada di Kabupaten Sumedang. Insya Allah kita berkomitmen kegiatan seni dan budaya yang ditampilkan oleh seluruh lapisan masyarakat akan kita bantu semaksimal mungkin,” tutupnya.

Ketua Perkumpulan Komunitas Budaya Sukmajati Joko Loyor, menyampaikan terima kasih pada Maruarar Sirait yang terus berkomitmen dalam turut serta memajukan kesenian di Kabupaten Sumedang. (sep/adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed