Langganan Banjir, Sungai Dikeruk

Langganan Banjir, Sungai Dikeruk

PENGERUKAN SUNGAI: Kapolsek Cimanggung Kompol Kuswanto didampingi Kades Sukadana Dadang Supriatna memantau pengerukan Sungai Cimande, kemarin (12/2).(IMAN NURMAN /SUMEKS)

PEWARTA: IMAN NURMAN/SUMEKS

**Cimande Dipenuhi Sampah

CIMANGGUNG – Mengantisipasi meluapnya Sungai Cimande yang berpotensi banjir, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Cimanggung, mengeruk Sungai Cimande di Dusun Pangsor Desa Sukadana, kemarin (12/2).

Pengerukan sungai ini, karena banyaknya sampah yang menyumbat saluran air. Pengerukan sendiri, diinisiasi Camat Cimanggung Heri Hardjadinata, Danramil Cimanggung Kapten Arh. Rusnedi dan Kapolsek Cimanggung Kompol Kuswanto.

“Kami bertanggungjawab atas kondisi wilayah yang berpotensi terkena banjir, terutama di Dusun Pangsor, Bunter, Desa Sukadana dan Cihanjuang. Antisipasi banjir maka sungai harus dikeruk,” kata Camat Cimanggung, Drs.H.Herry Harjadinata.

Menurut Herry, memasuki musim hujan, debit air Sungai Cimande selalu meningkat. Ditambah terjadi pendangkalan sungai akibat abrasi dan erosi.

Selain itu, Kepala Desa Sukadana, Dadang Supriatna juga turut terlibat dalam pengerukan sungai itu. Menurut Dadang, wilayah Sukadana termasuk daerah rawan banjir. Selain Sungai Cimande yang begitu deras debit airnya, juga daerah Sukadana daerah dataran rendah.

Di tempat sama, Kapolsek Cimanggung, Kompol Kuswanto, SH menyingsingkan lengan baju di teriknya matahari. Dia blusukan di bantaran Sungai Cimande. Kapolsek rela berpanasan lantaran merasa turut bertanggungjawab atas kondisi sungai itu. Kuswanto memonitoring pengerukan sampah di Sungai Cimande, juga turut terjun langsung membantu pembersihan sungai.

“Pengerukan sampah sangat penting membersihkan sungai dalam menangkal atau mengantisipasi terjadinya musibah banjir, khususnya di wilayah hukum Cimanggung,” ujarnya.

Pengerukan sampah di Sungai Cimande, lanjut kapolsek, sebagai langkah penanganan penanggulangan bencana banjir yang terjadi di Desa Sukadana dan Cihanjuang beberapa waktu lalu.

“Banjir tersebut diakibatkan tingginya curah hujan serta terjadinya penyumbatan di jembatan Pangsor akibat penumpukan sampah,” jelas Kuswanto.

Dia berharap, masyarakat sadar akan kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, yang mengakibatkan kerugian banyak orang. (imn)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.