Langgar Tonase, Dewan Provinsi Desak Aparat Tindak Sopir Nakal

Langgar Tonase, Dewan Provinsi Desak Aparat Tindak Sopir Nakal

LEBIHI BEBAN: Truk-truk pengangkut pasir yang melebihi kapasitas angkutan tetap melintas di jalur Provinsi Cijelag-Cikamurang, tepatnya di ruas Desa Palabuan Kecamatan Ujungjaya, kemarin. (ATEP BIMO ARIO SUTEJO/SUMEKS)

Peliput/Editor: atep bimo

UJUNGJAYA – Polemik yang terjadi di jalan Provinsi Cijelag-Cikamurang mendapat tanggapan anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi Jawa Barat, Agus Welianto Santoso. Menurutnya, hal itu jelas melanggar Pergub No 65 tahun 2013, terkait Pengawasan dan Pengendalian Angkutan Barang dengan Kendaraan Bermotor di Provinsi Jawa Barat.

Dikatakan Agus, jalan provinsi mempunyai kapasitas delapan ton. Sehingga, tidak boleh dilintasi kendaraan dengan melebihi kapasitas tersebut. “Truk-truk yang melebihi kapasitas harus ditertibkan. Jangan melintasi di jalan provinsi,” kata Agus kepada Sumeks melalui selulernya, kemarin.

Agus juga menanggapi ancaman warga di lima desa Kecamatan Ujungjaya yang akan melakukan pemortalan jalan provinsi Cijelag-Cikamurang. Kata dia, sebaiknya warga membuat pengaduan. Atau, bisa juga dilakukan pemortalan bagi truk-truk yang akan lewat dengan kapasitas berlebih. Namun, tidak mengganggu ketertiban umum dan kelancaran ekonomi masyarakat secara parsial.

“Jadi mobil-mobil yang masuk ke jalur provinsi tersebut harus sesuai kelas jalan,” terangnya.

Ditambahkan Agus, Dishub setempat beserta penegak hukum harus berkoordinasi dengan Dishub provinsi. Terangnya, instansi-instansi tersebut harus proaktif satu sama lainnya. “Portal saja apabila sudah jelas melanggar Pergub. Jangan sampai warga bertindak sekehendak hati mereka,” tukasnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi Sumeks, Kepala Desa Keboncau Kecamatan Ujungjaya Hendi R Hermawan mengatakan, sebenarnya warga tidak mempunyai kewenangan untuk menutup jalan. Tetapi, warga meminta pihak terkait, segera menindaklanjuti keluhan warga terkait angkutan pasir batu tersebut.

“Kami tidak mempunyai kewenangan, cuma berharap instansi terkait bertindak. Jangan hanya dibiarkan begitu saja,” kata Hendi.

Hendi menambahkan, instansi terkait harus menertibkan angkutan-angkutan truk pasir. Warga lima desa terkena dampak debu dan jalan rusak akibat adanya truk-truk sirtu yang melintas.

“Warga Desa Palabuan, Keboncau, Ujungjaya, Sakurjaya dan Cibuluh terkena imbasnya. Mereka terkena debu karena adanya aktivitas truk-truk sirtu. Selain itu, jalan yang berada di jalur itu rusak,” tandasnya. (atp)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.