Langkah Karang Taruna Cijambe dalam Melestraikan Tari Umbul

Langkah Karang Taruna Cijambe dalam Melestraikan Tari Umbul

BERUNDING: Anggota Karang Taruna Desa Cijambe Kecamatan Paseh saat berunding merencanakan lomba tari umbul di Desa Cijambe, belum lama ini. (ISTIMEWA)

PEWARTA: Atep Bimo/Usep Adhiwihanda

Meski telah mencatatkan Original Rekor Indonesia (ORI) dan Rekor dunia pada 31 Agustus 2016 lalu, Tari Umbul dinilai nyaris punah. Namun untuk menggalakannya kembali, Karang Taruna Desa Cijambe Kecamatan Paseh punya trik sendiri. Yakni membuat perlombaan Tari Umbul bagi masyarakat dan perangkat desa.

SELAIN seni kuda renggong yang cukup populer, Sumedang juga memiliki banyak potensi kesenian lainnya. Salah satunya, yaitu Tarian Umbul. Tari Umbul ini, berasal dari Desa Cijambe Kecamatan Paseh. Tarian Umbul sendiri merupakan sejenis tarian helalan yang biasa dipentaskan untuk menyambut tamu-tamu pejabat atau tamu penting lainnya.

Pada masa kejayaannya, Tari Umbul pernah melakukan pementasan di beberapa acara megah yang dihadiri petinggi-petinggi pemerintahan. Diantaranya pernah melakukan pementasan di Gedung Sate Bandung, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang di undang langsung Dinas Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.

Bahkan beberapa bulan kebelakang, Kecamatan Paseh pernah mencatatkan Original Rekor Indonesia (ORI) dan Rekor dunia pada 31 Agustus 2016 lalu. Saat itu, pemerintah kecamatan, warga dan unsur lainnya di Paseh, melakukan pementasan Tari Umbul dengan jumlah peserta lebih dari 5.000 penari.

Namun saat ini, Tari Umbul khas Sumedang dari Desa Cijambe Kecamatan Paseh, nyaris punah. Pementasan pun kini sepi, karena masyarakat lebih suka seni barat dibandingkan dengan seni warisan nenek moyang sendiri. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, Karang Taruna Desa Cijambe mengadakan suatu perlombaan Tarian Umbul. Pesertanya, merupakan masyarakat, perangkat desa dan tokoh masyarakat Desa Cijambe.

Ketua Karang Taruna Desa Cijambe Popy Rahmat Hidayat, 30, mengungkapkan tujuan diadakannya perlombaan Tari Umbul. Diantaranya, untuk mencari regenerasi penari umbul yang berbakat. Terutama bagi pelestarian tarian itu sendiri.

“Selain itu, perlombaan ini juga menegaskan bahwa tari umbul merupakan asli dan berasal dari Desa Cijambe. Tari ini juga sudah diwariskan secara turun temurun,” ujar Popy di kediamannya, kemarin (9/8). Dirinya juga menyayangkan jika tarian warisan ini sampai punah. Namun begitu, pihaknya akan berupaya melestarikan tarian ini agar tetap lestari.

“Tarian ini jangan sampai punah. Insya Allah kami bertekad akan terus melestarikan tarian ini,” tegasnya. Selain dari itu, Popy beserta pengurus Karang Taruna Desa Cijambe berencana mengadakan perlombaan untuk tahun depan. Kegiatan itu rencananya akan dilakukan di tingkat Kecamatan Paseh.

“Tujuannya sama, yaitu untuk mencari bibit-bibit yang lebih berkualitas untuk menjaga pelestarian tarian ini,” tegasnya. Kepala Desa Cijambe E Casyadi SPd mengatakan, Pemerintah Desa Cijambe memberikan dukungan penuh terhadap perlombaan ini. Terutama bagi lomba yang bertujuan untuk menanamkan jiwa cinta terhadap budaya sendiri.

“Kami akan memberikan dukungan terhadap setiap kegiatan karang taruna. Kami juga memberi apresiasi kepada keinginan para pemuda untuk melestarikan budaya,” tukasnya. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.