oleh

Langkah Pemdes Pajagan Manfaatkan TKD Jadi Sumber Penghasilan

Bangun Sirkuit Grasstrack dengan View Waduk Jatigede

Tanah Kas Desa (TKD) yang kurang produktif, disulap jadi Sirkuit Grasstrack untuk mewudujkan masyarakat sejahtera dan desa wisata. Hal itu dilakukan Kepala Desa Pajagan Kecamatan Cisitu, Cecep Mulyadi atas dasar inisiatifnya yang didorong masyarakat dan tokoh pemuda di desa tersebut. Berikut liputannya.

HERI PURNAMA, Cisitu
DIAWALI dari melihat kesibukan masyarakatnya yang tidak menentu dan masih banyak warganya yang kesulitan mencari pendapatan dengan bekerja sebagai kuli tani dan serabutan. Maka, timbul inisiatif Pemerintah Desa (Pemdes) Pajagan untuk menciptakan lokasi yang bisa memberikan penghasilan. Baik kepada masyarakat, maupun kepada desa.

Kades Pajagan Cecep Mulyadi menilai, sudah waktunya masyarakat desanya bisa menambah penghasilan selain dari kuli tani, dengan membuka perusahaan sendiri di lokasi yang saat ini dijadikan sirkuit di Dusun Cicau.

Meskipun bentuk usaha yang digeluti masyarakat hanya sebuah warung kecil, namun hal itu diyakini bisa membawa masyarakat ke arah ekonomi lebih baik.

“Saya ingin masyarakat Pajagan itu bangkit. Tidak hanya menggantungkan hidupnya jadi kuli tani saja,” katanya ketika ditemui di lokasi sirkuit, Rabu (24/1).

Dia menerangkan, pembangunan sirkuit tersebut dilakukan pada akhir Tahun 2017 lalu. Pengerjaan dengan menggunakan alat berat itu, berlangsung selama 17 hari. Sampai saat ini kehadiran sirkuit itu sudah sekitar 5 bulan.

Selama itu, pihaknya belum menggelar event dengan alasan ada beberapa hal yang harus diselesaikan atau dimusyawarahkan. Namun untuk para pehobi motocross dari sekitar Kecamatan Cisitu dan kecamatan-kecamatan tetangga, sudah sering menggelar latihan.

“Secepatnya kita akan bikin event kompetisi adu ketangkasan mengendarai motocros,” tuturnya.

Kendati demikian, sudah ada masyarakat yang membuka usaha kecil-kecilan seperti warung kopi. Faktanya, masyarakat pun bisa merauk penghasilan setiap harinya. Meski, sirkuit ini belum terlalu ramai dari pengunjung.

“Sudah ada yang buka warung kopi dan buktinya mereka bisa dapat penghasilan tambahan. Apalagi kalau nanti sudah ada gelaran event besar,” ucapnya.

Di samping itu, wilayah tersebut juga akan dibuka untuk wilayah wisata dengan view Waduk Jatigede yang punya daya tarik tersendiri. Sehingga, kehadiran sirkuit ini juga sebagai promosi desa wisata.

Bahkan kedepannya, ada rencana akan dilakukan penataan dan penambahan sarana wahana pendukung wisata. Seperti tempat selfie dan lainnya.

“Kedepannya kita akan melengkapi lagi oleh sarana penunjangnya. Jadi sarana olahraga ini dikolaborasikan dengan sarana wisata,” punkasnya. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed