Langkah Pemerintah Kabupaten Sumedang Meningkatkan Pelayanan Kesehatan

Peliput/Editor: ASEP HERDIANA

Langkah Pemerintah Kabupaten Sumedang Meningkatkan Pelayanan Kesehatan

PENANDATANGANAN: Plt Sekdis Kesehatan didampingi Sekda Sumedang Amim dalam penandatanganan di acara Kesehatan. (Foto: ASEP HERDIANA/SUMEKS)

**Gulirkan Program Layad Rawat Serta Layanan PCS 119

Jauhnya jarak lokasi fasilitas kesehatan, transportasi, hingga ongkos perjalanan yang tinggi. Hal ini yang sering dikeluhkan masyarakat. Untuk itu, Pemkab Sumedang akan berkolarborasi meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan. Berikut penuturannya.

KABUPATEN Sumedang, akan berkolarborasi meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan. Dan saat ini, Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir, mendapatkan dukungan penuh dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, untuk menerapkan program Layad Rawat ke semua kota kabupaten di Jabar. Termasuk di Kabupaten Sumedang dan rencananya akan dilaunching pada 15 November 2018.

Seperti beberapa kali diungkpkan bupati yang merupakan Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini di berbagai kesempatan, bahwa pelayanan kesehatan merupakan pelayanan pokok yang harus terus ditingkatkan. Untuk itu, program yang saat ini digagas, diharapkan menjadi sebuah solusi untuk peningkatan pelayanan di Kabupaten Sumedang.

Dan Dinas Kesehatan, saat ini tengah mempersiapkan dalam peningkatakn program tersebut. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang Anna Hernawati Sabana pun mengatakan, program tersebut merupakan upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, dengan mengunjungi rumahnya secara langsung.

Harapannya, kata Anna, dapat menjangkau masyarakat di berbagai pelosok yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan. Dan hal itu lebih disebabkan, jauhnya jarak lokasi fasilitas kesehatan, transportasi, hingga ongkos perjalanan yang tinggi.

“Jadi nanti, kami yang mendatangi masyarakat. Mulai dari dokter sama peralatan medisnya kami bawa,” ujarnya.

Namun, kata Anna, program tersebut juga tidak melupakan aturan yang sudah diterapkan. Dimana, terdapat prosedur berjenjang bagi pasien yang membutuhkan layanan kesehatan.

“Prosedur tetap ada, kami cek dulu pasiennya apakah bisa ditangani di tempat atau tidak. Tidak langsung dibawa ke rumah sakit,” tuturnya.

Anna berharap, dengan program tersebut, dapat menghemat waktu dan biaya warga dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Sehingga, keluhan yang dirasakannya dapat segera ditangani.

“Ini dapat memotong waktu perjalanan masyarakat ke rumah sakit, terutama yang di daerah pelosok,” katanya.

Selain itu, akan juga dilaunching call center 119 yang juga merupakan Public Safety Center (PSC) yang juga bagian dari program SPGDT (Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu).

“Public Safeth Center atau PSC 119 ini, merupakan inovasi dalam memberikan pelayanan yang baik untuk masyarakat,” terang Anna.

PSC 119, lanjut Anna, merupakan sistem yang terpadu didukung dengan sistem komunikasi. Suatu mekanisme pelayanan pasien gawat darurat yang terintegrasi dengan kode 119 dan melibatkan masyarakat sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19/2016.

“Tujuannya meningkatkan akses dan mutu kegawat daruratan, mempercepat respon penanganan korban. Menyelamatkan dan mencegah kecacatan,” tuturnya. (**)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.