oleh

Lapak Liar Ngotot Berdiri

CIMANGGUNG – Meskipun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sudah mengambil tindakan tegas kepada para pemilik lapak atau jongko liar (PKL), masih ditemukan lapak yang berdiri diatas lahan terlarang.

Pantauan Jatinangor Ekspres, di beberapa titik jalan Bandung-Garut, kawasan Parakanmuncang, Desa Sindangpakuoan, Kecamatan Cimanggung, masih ada bangunan yang berdiri di tempat yang dilarang. Padahal sebelumnya, bangunan di lokasi tersebut pernah dilakukan penertiban oleh Pol PP. Bahkan penertiban yang dilakukan beberapa waktu lalu di wilayah hukum Jatinangor, tidak membuat gentar PKL yang ada di wilayah hukum Cimanggung.

“Dulu PKL di sekitar ini sempat ditertibkan oleh Pol PP dengan menggunakan alat berat berupa beco, hanya saja setelah itu kembali ada yang membangun,” tutur Dedi (43) warga Cimanggung kepada Jatinangor Ekspres, kemarin (22/11).

Meskipun sekarang tidak dibangun secara permanen, tetapi tetap saja bangunan itu melanggar.

“Kalau Pol PP sebenarnya sudah tegas, tetapi yang membandel yang mendirikan bangunan itu. Padahal jelas sudah dilarang,”ungkapnya.

Warga sangat hawatir hal ini disalahgunakan dengan menjual minuman keras (miras) di dalam bangunan liar itu. “Dulu kebanyakan yang menjual miras didalam bangunan yang sekarang sudah dihancurkan oleh Pol PP disekitar Parakanmuncang. Sekarang bangunan itu berdiri lagi, tentunya warga khawatir bangunan itu dijadikan kembali gudang atau tempat berjualan miras,”tuturnya.

Warga meminta, kepada petugas terutama Pol PP agar kembali menertibkan warung atau lapak PKL yang berdiri diatas lahan yang jelas-jelas bukan peruntukanya. (kos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed