oleh

Lima Rumah Rusak Parah Akibat Pergerakan Tanah

CISARUA – Lima rumah di Dusun Cisahang RT 02/RW 04 Desa Cipandanwangi Kecamatan Cisarua Kabupaten Sumedang mengalami retak-retak akibat adanya pergerakan tanah Pergerakan tanah sendiri terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama berjam jam pada Kamis (6/2) lalu.

Warga setempat Maman, mengatakan, peristiwa pergerakan tanah terjadi saat menjelang waktu Magrib, sekitar pukul 18.00.
Maman mengaku sempat tak menyadari hujan mengguyur menimbulkan pergerakan tanah telah mengakibatkan rumahnya mengalami retak secara perlahan. Sehingga, lama kelamaan retakan terus membesar.

“Waktu saya lagi mijit, anak-anak bilang pintu rumah enggak bisa dikunci dan ditutup. Pas dilihat keluar tembok sudah pada retak, sekitar 10-20 Cm. Jadi memang tidak terasa kejadiannya,” ujar Maman.

Dikatakan, karena khawatir terjadi pergerakan tanah susulan, pemilik lima rumah yang mengalami retak memutuskan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Untuk sementara tinggal dulu di rumah saudara,” singkat Maman.

Lima rumah yang mengalami pergerakan tanah tampak rusak. Dinding rumah, akses jalan menuju rumah dan halaman depan rumah turut mengalami retak, pondasi rumah belakang tampak bengkok, saluran air berikut kolam rusak dan mengalami keretakan yang cukup besar.

Satu rumah milik Jaja mengalami kerusakan yang cukup parah. Selain dinding yang retak, kaca jendela juga pecah akibat retakan di halaman depan rumah. Rumah juga nyaris ambruk dan miring. Saat berada di lokasi, masih terdengar bunyi krek pada beberapa bagian rumah.

“Kami sudah evakuasi isi kelima rumah ke tempat lebih aman,” tandasnya.

Saat evakuasi, pemilik rumah yang mengalami kerusakan terparah saat baru datang dari Jakarta Jaja beserta istrinya sempat mengalami pingsan. Warga setempat dibantu anggota TNI dari Danramil Paseh segera membawa kedua warga yang pingsan tersebut ke tempat yang aman.

Sementara itu, Camat Cisarua, Agus Sujatmiko menuturkan, lokasi bencana merupakan perbatasan antara kecamatan Paseh dan Kecamatan Cisarua.
Secara administrasi kependudukan, warga terdampak merupakan warga Desa Cipandanwangi, Cisarua.

Sementara, secara kewilayahan tanahnya masuk di Desa Haurkuning Kecamatan Paseh.
Dengan adanya kejadian ini, lanjut Camat, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Cipandanwangi.

“Sementara warga yang terdampak akan tinggal di rumah saudaranya masing-masing. Ada lima rumah yang terdampak dengan jumlah 10 jiwa,” tuturnya.

Camat pun menambahkan, kerugian ditaksir mencapai Rp. 800 juta.

“Kemungkinan bisa lebih, karena kami masih menghitung detailnya,” tukasnya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

News Feed