oleh

Limbah, Bisa jadi Duit

-Ekonomi-29 views

WADO – Limbah rumah tangga bisa jadi barang berharga yang menghasilkan uang. Itulah yang dilakukan sejumlah ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahtraan Keluarga (PKK) Desa Sukajadi, Kecamatan Wado.

Menurut Ketua PKK Desa Sukajadi, Dedeh Rohaeti Suhendar, S.Pd., menyebutkan jika kegiatan itu merupakan inisyatif PKK untuk memanfaatkan limbah rumah tangga untuk dijadikan keperluan rumah tangga lagi. Sebutnya, dengan adanya upaya ibu-ibu untuk memanfaatkan limbah yang dinilai sudah tidak berguna lagi oleh banyak orang ternyata bisa membuahkan hasil.

Karena merupakan barang limbah, sebut Ketua PKK Desa Sukajadi itu harus disertai dengan keuletan dan rasa percaya diri untuk menyulap sesuatu yang dianggap tidak berguna itu agar jadi barang berharga.
“Memang tidak mudah untuk mengubah barang bekas jadi sesuatu yang bisa menarik peminat, namun dengan adanya kereativitas yang tinggi hal itu justru bisa dilakukan dengan mudah,” kata dia.

Dedeh menilai, bahwa hal itu bisa berdampak positif bagi masyarakat Desa Sukajadi untuk menciptakan lowonga kerja dan mendongkrak perekonomian pada masyarakat sekitar.

“Mungkin saat ini masih segelintir orang saja yang membuatnya, tapi saya yakin kalau ini berhasil perekonomian disini bisa lebih baik lagi,” ucapnya,

Dia menjelaskan, adapun jenis limbah yang digunakan untuk membuat barang-barang seperi taplak meja, dompet dan tikar itu salah satunya limbah bekas kemasan kopi.

“Kita bisa membuat tikar dari bekas kemasan kopi, dan hasilnya sangat memuaskan,” kata dia.
Sementara ini, hasil produksinya itu masih terkendala dengan pemasarannya karena hasil kerajinannya itu baru dikenal di wilayah desa dan kecamatan saja.

“Kayanya kendalanya masih tetap ada pada pemasaran, kita belum bisa memasarkan lebih jauh lagi. Tapi untuk kedepannya kita akan berupaya untuk memamerkan hasil kerajinannya ke wilayah yang lebih luas,” ucapnya.

Menanggapi hal itu Kepala Desa Sukajadi, Dede Suhendar, mengaku senang jika PKK di wilayahnya bisa bersinergi. Kegiatan itu, menurutnya sangat bermanfaat daripada ibu-ibu ngerumpi yang tidak jelas.
“Kalau waktu luangnya dimanfaatkan seperti ini, untuk mengolah limbah jadi bahan yang dapat digunakan lagi. Kan manfaatnya luar biasa, coba kalau waktu luangnya hanya digunakan untuk ngerumpi, nggosif, atau bahkan bermain medsos, ga ada yang dapat dipetik,” ungkapnya.

Ia berharap ke depan kegiatan semacam itu dapat dikembangkan dan menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed